Viral Siswi SMA Negeri di Tasikmalaya Dianiaya Teman Sekelas, Begini Kronologinya
Rabu, 24 Mei 2023 - 09:21 WIB
loading...
Instagram @joelianaaaaa membagikan foto anak terluka di bagian wajah diduga usai dianiaya teman sekolah. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
TASIKMALAYA - Dugaan penganiayaan siswi SMA negeri di Tasikmalaya viral di media sosial. Kasus penganiayaan sesama siswa ini mengemuka setelah akun Instagram @joelianaaaaa membagikan foto anak terluka di bagian wajah diduga usai dianiaya teman sekolah.
"Anak wanita saya menjadi korban kekerasan (pemukulan) dari siswa laki-laki bernama Ar**. Saya heran dengan pihak sekolah SMA Negeri Kota Tasikmalaya kenapa tidak melakukan perlindungan terhadap korban wanita dan cenderung membela pelaku? Dan keheranan saya terjawab hari ini, anak saya dipanggil ke ruangan guru oleh pihak sekolah dan orangtua pelaku. Menurut saya pertemuan hari ini sudah tidak fair, pelaku (ortu) vs korban (anak). Kesimpulan yang saya terima dari rekaman anak saya selama pertemuan, ternyata orang tua pelaku merupakan orang berpengaruh dan pejabat di Inspektorat Jenderal Kemendikbud. Bagi saya ini pertemuan nggak fair, karena di dalamnya sudah ada unsur intimidasi terhadap anak saya dari orang tua pelaku. Ini sudah tidak lagi menjadi teladan bagi seorang pejabat di instansi pendidikan," tulis akun @joelianaaaaa.
![Viral Siswi SMA Negeri di Tasikmalaya Dianiaya Teman Sekelas, Begini Kronologinya]()
Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi saat konferensi pers
Akun tersebut mengunggah foto anaknya dengan luka di pelipis disertai keterangan jika anak perempuan itu dianiaya teman sekelasnya. Dia menyesalkan karena pihak sekolah cenderung membela pelaku dan tidak membela anaknya sebagai korban.
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, 2 Rumah Warga Ludes Terbakar di Cianjur
Disebutkan, alasan sekolah lebih membela pelaku lantaran pelaku merupakan anak salah seorang pejabat Kemendikbud RI. Hal ini diketahui setelah anaknya mendapat penggilan dari sekolah yang mempertemukannya dengan orang tua pelaku.
Menurutnya hal itu sudah tidak fair karena pihak sekolah tidak melibatkan orang tua korban.
"Anak wanita saya menjadi korban kekerasan (pemukulan) dari siswa laki-laki bernama Ar**. Saya heran dengan pihak sekolah SMA Negeri Kota Tasikmalaya kenapa tidak melakukan perlindungan terhadap korban wanita dan cenderung membela pelaku? Dan keheranan saya terjawab hari ini, anak saya dipanggil ke ruangan guru oleh pihak sekolah dan orangtua pelaku. Menurut saya pertemuan hari ini sudah tidak fair, pelaku (ortu) vs korban (anak). Kesimpulan yang saya terima dari rekaman anak saya selama pertemuan, ternyata orang tua pelaku merupakan orang berpengaruh dan pejabat di Inspektorat Jenderal Kemendikbud. Bagi saya ini pertemuan nggak fair, karena di dalamnya sudah ada unsur intimidasi terhadap anak saya dari orang tua pelaku. Ini sudah tidak lagi menjadi teladan bagi seorang pejabat di instansi pendidikan," tulis akun @joelianaaaaa.

Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi saat konferensi pers
Akun tersebut mengunggah foto anaknya dengan luka di pelipis disertai keterangan jika anak perempuan itu dianiaya teman sekelasnya. Dia menyesalkan karena pihak sekolah cenderung membela pelaku dan tidak membela anaknya sebagai korban.
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, 2 Rumah Warga Ludes Terbakar di Cianjur
Disebutkan, alasan sekolah lebih membela pelaku lantaran pelaku merupakan anak salah seorang pejabat Kemendikbud RI. Hal ini diketahui setelah anaknya mendapat penggilan dari sekolah yang mempertemukannya dengan orang tua pelaku.
Menurutnya hal itu sudah tidak fair karena pihak sekolah tidak melibatkan orang tua korban.
Lihat Juga :