Netizen Ramai-ramai Hujat Akun Buzzer Penyebar Hoaks Galon BPA

Kamis, 02 Juni 2022 - 07:37 WIB
loading...
Netizen Ramai-ramai...
Fenomena kampanye negatif terhadap air kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat menggunakan akun-akun berbayar (buzzer) semakin marak. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Fenomena kampanye negatif terhadap air kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat menggunakan akun-akun berbayar (buzzer) semakin marak. Fenomena ini memperkuat dugaan adanya sponsor dan isu perang dagang di balik polemik isu BPA pada industri air minum dalam kemasan.

Baru-baru ini, jagat twitter diramaikan oleh postingan akun @negativisme (NEG), yang mengunggah sebuah foto kemasan bertuliskan BPA Free V1-8 dengan kode nomer 5 bertuliskan Classic V2 28 oz dan mengklaimnya seolah itu foto produk air kemasan yang bebas BPA.

Baca Juga: Beredar Surat Edaran Larangan THM, Kadispar Makassar: Itu Hoaks

"Kapan ya kemasan minuman di negara kita ada label BPA Free kaya begini? Di negara lain dah diberlakukan, karena BPA ini bahaya bagi kesehatan,” demikian bunyi kalimat yang diunggah buzzer @negativisme tersebut pada 29 Mei lalu di Twitter. Twit akun tersebut di-retweet beberapa akun buzzer yang sering digunakan untuk menyerang produk air kemasan galon guna ulang - seperti @wagimandeep (Habib Selow) dan @hokage_C1R3N6 dan @habibthink.

Beberapa akun mencoba memverifikasi foto yang diunggah @negativisme dan menemukan fakta bahwa foto tersebut ternyata potongan gambar botol tumbler (termos) minuman berukuran kurang dari 1 liter, dan bukan foto produk minuman kemasan galon sebagaimana yang dikatakan.

Mengetahui bahwa foto tersebut adalah hoaks , netizen pun ramai-ramai menghujatnya. Pengguna akun si el @ddggmmbbkk membalas akun si buzzer dengan menunjukkan bahwa foto yang diunggah itu bukan kemasan minuman, seraya meminta si buzzer untuk melakukan search melalui Google. “Yang bener gelas bang bukan kemasan. Mirip2 sama taperwer bang,” tulisnya mengomentari unggahan buzzer.

Warganet lainnya dengan akun danu @choosae bahkan langsung menuding buzzer itu sengaja untuk menjatuhkan galon guna ulang. “Min, kok namanya disebut di sini. Buzzer galon ya?” tulisnya seraya mengunggah sebuah gambar dengan caption “Kominfo menyatakan disinformasi soal BPA dalam galon isi ulang berbahaya”.

Sementara pengguna akun bernama gitakkk @gitnagita membalas buzzer tersebut dengan mengingatkan bahwa kemasan galon sekali pakai yang mengandung asetaldehid juga berbahaya. “Min, tau Asetaldehid dan Ethylene Glycol? Ternyata itu bahan kimia berbahaya juga loh. Yuk minta @BPOM_RI buat labelin galon PET pake Ethylene Glycol Free. Dibahas juga dong min, jangan diskriminatif!” tulisnya.

Sedang pengguna akun Qurni 02 @Qurni48 mengatakan kepada si buzzer bahwa pernyataannya itu terkait politik dagang. ” HALAHHH gini2 ini ya politik dagang saja... PET dan galon sdh puluhan tahun dipakai kok.... Dulu pernah ada pabrik pipa PVC dibohongi amerik4 suruh pakai bhn anti timbal .. iklan dmn2 hrg jd mahal.. Skrg gak laku Krn kalah bersaing... Jgn semua issu dianggap benar sdh bkn wktnya,” cuitnya.

Akun kus @holokus juga menuliskan, “Padahal di galon PET juga ada resiko bahaya Asetaldehid dan Ethylene Glycol yg menyebabkan kanker dan kerusakan otak. Kenapa gak ditulis ‘Ethylene Glycol Free’ aja? Kalau mau jadi aktivis kesehatan jangan setengah2 dong min.” Melody @melowdy016 dalam cuitannya menyebutkan, “@BPOM_RI juga kasih edaran tuh buat cantumkan tulisan FREE BAHAN KIMIA apapun itu. Biar konsumen merasa aman, konsumsi air-air kemasan.”

Dari pencarian yang dilakukan melalui google, gambar bertuliskan Classic V2 28 oz yang diunggah buzzer itu bukan kemasan air minum tapi sebuah botol termos berbahan polipropilen atau plastik kode nomer 5. Sedangkan galon guna ulang yang berbahan PC kodenya nomer 7.

Pegiat Literasi yang juga Co-founderREDAXI (Indonesian Antihoax Education Volunteers), Astari Yanuarti, melihat serangan negatif BPA galon guna ulang berbahan polikarbonat yang dilakukan buzzer lebih digiring ke arah Twitwar atau perang opini di Twitter. Pemilihan topiknya juga sengaja dibuat oleh sekelompok pihak seperti buzzer/influencer untuk isu-isu yang sudah dipesan. “Twitwar bisa berulang, terutama jika topiknya memang sengaja diciptakan seperti topik galon BPA ini,” ujarnya.

Baca Juga: FPI Sulsel Pastikan Kabar Rizieq Shihab Akan ke Makassar Hoaks

Menurutnya, secara umum, salah satu karakter penyebaran hoaks adalah daur ulang isu yang serupa. Artinya, hoaks yang sudah disebarkan dalam periode tertentu, akan disebarkan lagi di masa mendatang, meskipun sudah ada klarifikasi terhadap hoaks tersebut.

“Pola ini juga terjadi pada hoaks terkait bahaya BPA pada balita, ibu hamil, dan menyusui. Hoaks yang sudah tersebar sejak beberapa tahun lalu dan sudah diklarifikasi oleh berbagai pihak yang berwenang seperti Badan POM dan para dokter, namun sampai hari ini masih diedarkan oleh berbagai pihak di media sosial. Bahkan hoaks ini masih dipercaya oleh sebagian pihak sehingga tidak heran jika sampai hari ini masih beredar,” pungkasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Dari Wonosobo, Jawa...
Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
BMKG Tegaskan Kabar...
BMKG Tegaskan Kabar Prediksi Gempa Megathrust Besar Tahun 2026 Hoaks
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Rekomendasi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Prilly Latuconsina Rela...
Prilly Latuconsina Rela Gelapkan Kulit dan Belajar Bahasa Arab demi Film Baru Baim Wong
Berita Terkini
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
Infografis
Warga Argentina Beramai-ramai...
Warga Argentina Beramai-ramai Membuang Dolar Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved