alexametrics

Jembatan Putus Diterjang Bandang, Akses 2 Desa di Gorontalo Terisolir

loading...
Jembatan Putus Diterjang Bandang, Akses 2 Desa di Gorontalo Terisolir
Sejumlah warga desa menyeberangi sungai Molintogupo di Kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo, yang rusak di terjang banjir bandang Senin (11/6). Foto/Shinta
A+ A-
GORONTALO - Jembatan Molintogupo di Kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo, yang rusak di terjang banjir bandang Senin 11/6 lalu, kini dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat setempat. Mereka harus mengeluarkan biaya hingga puluhan ribu rupiah untuk menyeberangi Desa Suwawa Tengah ke Suwawa Timur.

Akses untuk melalui antara dua desa itu, hanya dapat menggunakan perahu untuk orang dan tronton untuk kenderaan roda dua.

Yulin Mauke (49) warga Desa Suwawa Tengah menuturkan, sulitnya untuk menjenguk orangtuanya yang berada di Desa Suwawa Timur. (Baca juga: 2 Pelaku Pengeboman Ikan di Lombok Timur Dibekuk Satgas Gabungan)

Yulin mengungkapkan, waktu jembatan masih bisa digunakan, dirinya setiap hari bisa mengunjungi saudara dan orang tuanya yang berada di seberang kampung di tempat dia tinggal.



"Begitu jembatan putus, sampai sekarang saya belum bisa menemui mereka. karena selain sibuk membersihkan rumah yang terkena banjir, mengunjungi mereka juga harus mengeluarkan biaya" timpal yulin.

Biaya yang dikeluarkan warga untuk menyeberangi sungai beragam, seseorang harus mengantongi uang 5000 rupiah dalam sekali jalan. Bila kenderaan roda dua dikenakan biaya 10.000 rupiah. (Baca juga: Pasien Sembuh COVID-19 di Maluku Utara Hari ini Bertambah 14 Orang)



Yulin berharap agar jembatan ini segera selasai pekerjaannya, sehingga dirinya bisa secara rutin mengunjungi keluarganya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa pekerjaan jembatan itu sementara berlangsung proses tahapan pengumuman tender untuk pelaksanaannya.
(mpw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak