Hadiri Muswil Pemuda Pancasila Jatim, LaNyalla Minta Elite Politik Hentikan Narasi Kegaduhan

Kamis, 26 Mei 2022 - 16:58 WIB
loading...
Hadiri Muswil Pemuda Pancasila Jatim, LaNyalla Minta Elite Politik Hentikan Narasi Kegaduhan
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, di Grand Empire Palace Surabaya. Foto SINDOnews
A A A
SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta kepada para elit politik untuk menghentikan narasi kegaduhan. Sebab, rakyat Indonesia masih harus berjibaku bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.



Hal itu dikatakan LaNyalla dalam sambutannya pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-8 Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur di Grand Empire Palace Surabaya, Kamis (26/5/2022). Baca juga: LaNyalla Dukung Keris Desa Wisata Aeng Tong-tong Jadi Suvenir KTT G20

Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Ahmad M Ali, Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Arif Rahman, Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila Sarimaya dan sejumlah Ketua MPW PP dari beberapa provinsi.

Hadir pula pimpinan Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Partai Politik Wilayah Jawa Timur, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Provinsi Jawa Timur dan 38 Ketua dan Sekretaris MPC PP se-Jawa Timur.

Pada acara bertema 'Memperkokoh Peran Pemuda Pancasila Jawa Timur Sebagai Pembangkit Kemandirian Masyarakat', LaNyalla mengatakan jika Muswil diselenggarakan di tengah suasana keprihatinan sosial.

"Proses recovery ekonomi belum sepenuhnya normal. Bahkan, kita masih merasakan indeks ketimpangan masyarakat yang semakin lebar menyusul inflasi harga kebutuhan pokok dan kebutuhan penunjang kehidupan lainnya," ujar LaNyalla, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur itu.

Menurutnya, masyarakat sangat merasakan dampak inflasi dan kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok. Apalagi, angka pengangguran dan PHK selama dua tahun pandemi masih menjadi penyumbang meningkatnya angka kemiskinan akut di sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Timur.

Untuk itu, LaNyalla meminta semua stakeholder bangsa, terutama elit politik, agar menghentikan kegaduhan yang justru menyakiti hati rakyat yang sedang susah.

"Kesulitan rakyat di lapis bawah jangan lagi ditambah dengan pola komunikasi elit politik yang membuat gaduh, apalagi dengan mengumbar narasi-narasi yang sama sekali tidak dirasakan oleh rakyat," ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2330 seconds (11.210#12.26)