China: Vaksin COVID-19 Siap pada September

Sabtu, 25 April 2020 - 14:54 WIB
loading...
China: Vaksin COVID-19...
Vaksin untuk virus corona jenis baru, COVID-19. Foto/Daily Mirror
A A A
BEIJING - Otoritas kesehatan di China menyampaikan bahwa vaksin untuk virus corona jenis baru, COVID-19, siap diberikan kepada petugas kesehatan pada bulan September mendatang. Sedangkan untuk umum baru akan tersedia awal tahun depan.

Pengumuman itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China, Dr Gao Fu. Menurutnya, penggunaan "darurat" vaksin tersebut paling cepat bulan September. Ini berarti vaksin dapat dikembangkan pada waktunya untuk melawan gelombang kedua infeksi COVID-19.

Pengumuman muncul ketika ilmuwan di seluruh dunia berlomba untuk menemukan inokulasi yang efektif terhadap COVID-19, yang secara luas dilihat sebagai satu-satunya cara jangka panjang untuk membendung virus tersebut. (BACA JUGA: WNI Positif Corona 25 April Capai 558 Orang, 142 Sembuh)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan akan membutuhkan waktu 18 bulan untuk menemukan vaksin COVID-19.

Dr Gao, yang juga seorang ahli virologi terkemuka, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (25/4/2020), mengatakan China dapat mulai meluncurkan satu sebelum akhir tahun.

Jika percobaan berhasil, vaksin pada tahap awal akan diberikan kepada petugas kesehatan dan baru bisa tersedia untuk umum awal tahun depan.

"Vaksin yang baru dikembangkan ini, yang masih dalam uji klinis fase dua atau fase tiga, dapat digunakan untuk beberapa kelompok orang, misalnya pekerja perawatan kesehatan," katanya kepada China Global Television Network (CGTN).

Pengumuman soal temuan vaksin ini merupakan yang pertama kalinya bagi China, yang telah menetapkan target waktu dalam upayanya mengembangkan vaksin untuk COVID-19. Virus itu kini telah menewaskan hampir 200.000 orang di seluruh dunia.

Gao mengatakan China telah memimpin upaya penelitian global dalam menemukan vaksin untuk COVID-19. Pengumumannya muncul setelah sebuah kota dengan sekitar 10 juta orang di China memberlakukan tindakan penguncian atau lockdown baru setelah ada lonjakan kasus infeksi COVID-19.

Kota di China yang lockdown adalah Harbin. Ada sekitar 70 kasus infeksi COVID-19 di kota itu yang dikaitkan dengan seorang pelajar berusia 22 tahun yang secara tidak sadar menyebarkan virus setelah kembali dari New York.

Sementara itu para peneliti di University of Oxford memulai uji coba vaksin COVID-19 pada manusia pada hari Kamis, dan Imperial College akan segera memulai dua uji klinis.

Sarah Gilbert, seorang profesor vaksinologi yang memimpin proyek Oxford, sebelumnya mengatakan dia 80 persen percaya diri upaya timnya akan terbukti efektif pada musim gugur.

Lebih dari 800 sukarelawan akan mengambil bagian dalam uji coba selama beberapa minggu mendatang.

Menteri Kesehatan Matt Hancock telah berjanji menggelontorkan £20 juta untuk upaya University of Oxford dan £22,5 juta lainnya untuk tim Imperial College.

Hancock mengatakan Inggris akan melempar semua yang dimiliki untuk mengembangkan vaksin dan unggul di depan dari upaya penelitian global. "Kami telah menempatkan lebih banyak uang daripada negara lain dalam pencarian global untuk vaksin dan, untuk semua upaya di seluruh dunia, dua pengembangan vaksin terkemuka sedang berlangsung di sini, di Oxford dan Imperial," katanya.

Beberapa uji coba vaksin kepada manusia juga sedang dilakukan di Amerika Serikat. Perusahaan Moderna dan Inovio telah memulai uji coba, ketika beberapa kelompok penelitian lain telah menyatakan minat untuk meluncurkan uji coba dalam beberapa minggu mendatang.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved