China: Vaksin COVID-19 Siap pada September
Sabtu, 25 April 2020 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
"Vaksin yang baru dikembangkan ini, yang masih dalam uji klinis fase dua atau fase tiga, dapat digunakan untuk beberapa kelompok orang, misalnya pekerja perawatan kesehatan," katanya kepada China Global Television Network (CGTN).
Pengumuman soal temuan vaksin ini merupakan yang pertama kalinya bagi China, yang telah menetapkan target waktu dalam upayanya mengembangkan vaksin untuk COVID-19. Virus itu kini telah menewaskan hampir 200.000 orang di seluruh dunia.
Gao mengatakan China telah memimpin upaya penelitian global dalam menemukan vaksin untuk COVID-19. Pengumumannya muncul setelah sebuah kota dengan sekitar 10 juta orang di China memberlakukan tindakan penguncian atau lockdown baru setelah ada lonjakan kasus infeksi COVID-19.
Kota di China yang lockdown adalah Harbin. Ada sekitar 70 kasus infeksi COVID-19 di kota itu yang dikaitkan dengan seorang pelajar berusia 22 tahun yang secara tidak sadar menyebarkan virus setelah kembali dari New York.
Sementara itu para peneliti di University of Oxford memulai uji coba vaksin COVID-19 pada manusia pada hari Kamis, dan Imperial College akan segera memulai dua uji klinis.
Sarah Gilbert, seorang profesor vaksinologi yang memimpin proyek Oxford, sebelumnya mengatakan dia 80 persen percaya diri upaya timnya akan terbukti efektif pada musim gugur.
Pengumuman soal temuan vaksin ini merupakan yang pertama kalinya bagi China, yang telah menetapkan target waktu dalam upayanya mengembangkan vaksin untuk COVID-19. Virus itu kini telah menewaskan hampir 200.000 orang di seluruh dunia.
Gao mengatakan China telah memimpin upaya penelitian global dalam menemukan vaksin untuk COVID-19. Pengumumannya muncul setelah sebuah kota dengan sekitar 10 juta orang di China memberlakukan tindakan penguncian atau lockdown baru setelah ada lonjakan kasus infeksi COVID-19.
Kota di China yang lockdown adalah Harbin. Ada sekitar 70 kasus infeksi COVID-19 di kota itu yang dikaitkan dengan seorang pelajar berusia 22 tahun yang secara tidak sadar menyebarkan virus setelah kembali dari New York.
Sementara itu para peneliti di University of Oxford memulai uji coba vaksin COVID-19 pada manusia pada hari Kamis, dan Imperial College akan segera memulai dua uji klinis.
Sarah Gilbert, seorang profesor vaksinologi yang memimpin proyek Oxford, sebelumnya mengatakan dia 80 persen percaya diri upaya timnya akan terbukti efektif pada musim gugur.
Lihat Juga :