Miris! Bangunan Sekolah di Karawang Roboh, Siswa Terpaksa Belajar di Lantai
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Kertaharja, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Karawang yang roboh, memaksa siswanya belajar di lantai.Foto/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Kasus sekolah roboh kembali terjadi di Karawang. Kali ini dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Kertaharja, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes. Akibat sekolah roboh puluhan siswa harus belajar dilantai, karena empat ruang kelas rusak berat tidak bisa digunakan.
Kepala Sekolah SDN 2 Kertaharja, Siti Fathiati mengatakan, sekolah roboh terjadi pada Minggu (15/5/22). Kondisi bangunan memang sudah tidak layak hingga sudah lama tidak digunakan karena berbahaya untuk siswa dan guru. Untuk menghindari bahaya, pihak sekolah menurunkan genteng atap sekolah. Namun saat sedang dikerjakan tiba-tiba atap bangunan roboh semua.
Baca juga: Tasikmalaya Gempar, Janda Ditemukan Tewas dengan Kaki Terikat dan Luka di Leher
"Tadinya kami sedang menurunkan genteng karena berbahaya. Namun atap bangunan keburu roboh semua. Untungnya saat kejadian para pekerja sudah dibawah," katanya, Senin (17/5/22).
Menurut Siti, empat ruang kelas sudah tidak bisa digunakan karena rusak berat. Puluhan siswa terpaksa harus belajar dilantai karena tidak ada kelas. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang guru. "Siswa terpaksa belajar dilantai karena kondisi tidak memungkinkan. Tapi kegiatan belajar mengajar harus berjalan," katanya
Kepala Sekolah SDN 2 Kertaharja, Siti Fathiati mengatakan, sekolah roboh terjadi pada Minggu (15/5/22). Kondisi bangunan memang sudah tidak layak hingga sudah lama tidak digunakan karena berbahaya untuk siswa dan guru. Untuk menghindari bahaya, pihak sekolah menurunkan genteng atap sekolah. Namun saat sedang dikerjakan tiba-tiba atap bangunan roboh semua.
Baca juga: Tasikmalaya Gempar, Janda Ditemukan Tewas dengan Kaki Terikat dan Luka di Leher
"Tadinya kami sedang menurunkan genteng karena berbahaya. Namun atap bangunan keburu roboh semua. Untungnya saat kejadian para pekerja sudah dibawah," katanya, Senin (17/5/22).
Menurut Siti, empat ruang kelas sudah tidak bisa digunakan karena rusak berat. Puluhan siswa terpaksa harus belajar dilantai karena tidak ada kelas. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang guru. "Siswa terpaksa belajar dilantai karena kondisi tidak memungkinkan. Tapi kegiatan belajar mengajar harus berjalan," katanya
Lihat Juga :