Rayakan Waisak, 21 Napi di Jatim Menerima Remisi hingga 1 Bulan

Senin, 16 Mei 2022 - 07:06 WIB
loading...
Rayakan Waisak, 21 Napi di Jatim Menerima Remisi hingga 1 Bulan
Sebanyak 21 napi di Jatim, menerima remisi saat perayaan Hari Raya Waisak. Foto/Ilustrasi
A A A
SURABAYA - Remisi atau pengurangan masa hukuman, diterima oleh sebanyak 21 narapidana (Napi) di Jatim, saat perayaan Hari Raya Waisak, Senin (16/5/2022). Jumlah napi yang mendapatkan remisi itu, sesuai dengan usulan dari Kanwil Kemenkumham Jatim.

Baca juga: Dapat Remisi, Napi Terorisme Umar Patek Berharap Ini Lebarannya yang Terakhir di Lapas

Lapas Surabaya, menjadi lapas yang paling banyak menyumbangkan warga binaan atau napi mendapatkan remisi. Ada enam orang warga binaan dari lapas yang dipimpin Jalu Yuswa Panjang itu, mendapatkan remisi.



Disusul Lapas I Malang, dan Lapas Perempuan Malang, yang masing-masing punya empat dan tiga warga binaan mendapatkan remisi. "Tidak ada penyerahan secara simbolis, SK diserahkan di masing-masing satker secara sederhana," ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji.

Baca juga: Asyik Menjajakan Sabu di Tepi Jalan, Wanita Kepala Lingkungan di Medan Terperajat Diciduk Polisi

Menurut Zaeroji, seluruh warga binaan mendapatkan remisi khusus I Waisak. Artinya, tidak ada yang langsung bebas. Remisi yang diberikan paling rendah 15 hari, paling lama dua bulan. "Paling banyak mendapat remisi sebulan, ada 12 orang," lanjut Zaeroji.

Selain itu, dari 21 napi yang mendapatkan remisi tersebut, 16 orang napi diantaranya terjerat kasus narkotika. Sisanya merupakan merupakan pelaku tindak pidana umum. "Mereka saat ini sedang menjalani pembinaan di sembilan lapas atau rutan di Jatim," terangnya.

Baca juga: Kisah Tjong A Fie, Crazy Rich Era Kolonial yang Dermawan dan Menghormati Keberagaman

Zaeroji mewanti-wanti, agar para penerima remisi tetap berkelakuan baik selama menjalani sisa masa pidana. Selain itu, juga harus aktif mengikuti pembinaan baik rohani maupun keterampilan. "Karena jika selama sisa pidana berbuat indisipliner, maka bisa saja hak untuk memperoleh remisi akan dicabut," tutupnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1487 seconds (10.177#12.26)