7 Nyawa Melayang di Jogjakarta saat Operasi Ketupat Progo 2022

Kamis, 12 Mei 2022 - 01:32 WIB
loading...
7 Nyawa Melayang di Jogjakarta saat Operasi Ketupat Progo 2022
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi. Foto: Priyo/SINDOnews
A A A
JOGJAKARTA - Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di DIY saat Operasi Ketupat Progo, pada 28 April-9 Mei 2022 mengalami penurunan dibandingkan pra operasi, pada 16 April-27 April 2022.

Data Polda DIY, kasus laka lantas saat Operasi Ketupat Progo 2022 tercatat ada 104 kejadian. Angka ini turun 89 kasus, sebab pada pra operasi laka lantas mencapai 193 kejadian atau turun 46 %.

Dari jumlah tersebut 7 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 142 orang luka ringan dengan kerugian materiil Rp37 juta.

Baca juga: 2 Cewek Jagoan Gagalkan Penjambretan dengan Cara Tabrakan Motor ke Pelaku

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, dibandingkan dengan pelaksnaan pra operasi secara kuantitatif dan kuantitas ada penurunan laka lantas.

"Terbukti untuk korban laka lantas yang meninggal jumlahnya sama, yakni 7 orang, luka ringan turun 107 orang, yakni dari 249 ketika pra operasi menjadi 142 kasus saat operasi. Begitu juga kerugian materi turun dari Rp110 juta menjadi Rp37%. Yang naik luka berat," katanya, Rabu (11/5/2022).



Dilanjutkan dia, saat pra operasi tidak ada yang luka berat. Sedang ketika operasi ada 1 kasus luka berat.

Baca: Tabrakan Maut di Jalinsum, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan

Iwan menjelaskan, untuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas juga ada penurunan khususnya penilangan. Di mana kegiatan pra operasi terjadi 1.384 penilangan. Sedangkan pada saat operasi menjadi 632 penilangan.

Sedangkan untuk teguran ada peningkatkan. Di mana saat pra operasi tercatat ada 2.146 teguran. Sedangkan saat operasi mencapai 3.714 teguran.

"Ini lantaran fokus operasi pada jenis pelanggaran yang berpotensi menyebabkan laka maupun kemaceran, di luar itu sifatnya persuasif,” papar alumni Akpol 1998 itu.

Sementara untuk jumlah kendaraan yang masuk dan keluar wilayah perbatasan DIY ada kenaikan.
(san)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2976 seconds (11.97#12.26)