Topeng Labu, Tradisi Silaturahmi Lebaran di Muarojambi yang Tetap Dipertahankan
Kamis, 05 Mei 2022 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap rumah masyarakat kita singgahi dan menari. Karena rumah masyarakat mempunyai teras, masyarakat menunggu di situ. Diiringi musik dan lantunan serta pantun," katanya.
Dia menambahkan, untuk topeng itu terbuat dari buah labu yang tumbuh di sekitar Desa Muarojmbi. Kulit buah labu yang kering dilukiskan menyerupai berbagai perasaan atau ekspresi manusia.
"Labu ini ditanam petani di sini. Karena perlu banyak resapan air, ditanam di pinggir sawah. Tumbuh menjalar. Orang kampung sini menyebutnya labu manis," tuturnya. Baca: Wisatawan Diminta Waspadai Jam Rawan Macet di Kota Batu.
Agar lebih variatif, warga membuat aneka motif. "Motifnya sesuai perasaan manusia, seperti muak, gembira, rasa bahagia, ada juga sosok menyeramkan dan ada juga lucu," ungkap Borju.
Dirinya juga mengatakan, pergelaran main Topeng Labu pada tahun kini dengan tagline "Memanusiakan Manusia" melibatkan sekitar 50 orang.
"Ini sengaja kita buat lebih akbar. Regenerasi. Kalau sebelumnya kelompok remaja, sekarang anak sekolah dasar kita libatkan," tukas Borju.
Sementara itu, Harizan, salah seorang peserta Topeng Labu, mengaku sangat antusias mengikuti tradisi tersebut. Dia juga berharap, tradisi ini terus berlanjut dengan semangat generasi untuk melestarikan. Baca Juga: Cewek Rusia Berpose Telanjang di Bali Serahkan Diri ke Polisi.
"Harapannya ada generasi dengan semangatnya untuk melestarikan kebudayaan di Desa Muarojambi. Ini tidak sulit, cuma perjalanan menelusuri kampung saja," imbuhnya.
Dia menambahkan, untuk topeng itu terbuat dari buah labu yang tumbuh di sekitar Desa Muarojmbi. Kulit buah labu yang kering dilukiskan menyerupai berbagai perasaan atau ekspresi manusia.
"Labu ini ditanam petani di sini. Karena perlu banyak resapan air, ditanam di pinggir sawah. Tumbuh menjalar. Orang kampung sini menyebutnya labu manis," tuturnya. Baca: Wisatawan Diminta Waspadai Jam Rawan Macet di Kota Batu.
Agar lebih variatif, warga membuat aneka motif. "Motifnya sesuai perasaan manusia, seperti muak, gembira, rasa bahagia, ada juga sosok menyeramkan dan ada juga lucu," ungkap Borju.
Dirinya juga mengatakan, pergelaran main Topeng Labu pada tahun kini dengan tagline "Memanusiakan Manusia" melibatkan sekitar 50 orang.
"Ini sengaja kita buat lebih akbar. Regenerasi. Kalau sebelumnya kelompok remaja, sekarang anak sekolah dasar kita libatkan," tukas Borju.
Sementara itu, Harizan, salah seorang peserta Topeng Labu, mengaku sangat antusias mengikuti tradisi tersebut. Dia juga berharap, tradisi ini terus berlanjut dengan semangat generasi untuk melestarikan. Baca Juga: Cewek Rusia Berpose Telanjang di Bali Serahkan Diri ke Polisi.
"Harapannya ada generasi dengan semangatnya untuk melestarikan kebudayaan di Desa Muarojambi. Ini tidak sulit, cuma perjalanan menelusuri kampung saja," imbuhnya.
(nag)
Lihat Juga :