Sempat Terhenti Gegara Pandemi, Syukuran Cangkedong Kembali Digelar Warga di KBB
Rabu, 04 Mei 2022 - 14:52 WIB
loading...
Tradisi syukuran cangkedong, yang biasa digelar setelah Lebaran masih terjaga dan terus dilestarikan oleh masyarakat Kampung Cipadang RT 1/15, Desa Sirnagalih, Cipeundeuy, KBB. Foto SINDOnews
A
A
A
BANDUNG BARAT - Tradisi syukuran cangkedong, yang biasa digelar setelah Lebaran masih terjaga dan terus dilestarikan oleh masyarakat Kampung Cipadang RT 1/15, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tradisi syukuran cangkedong ini merupakan kebiasaan warga Priyangan yang berbarengan dengan halalbihalal sesudah melaksanakan salat Idul Fitri. Masyarakat pun tampak antusias menggelar tradisi ini sekaligus sambil bersilaturahmi. Baca juga: Selalu Dinanti Puan, Ini Resep Rendang Ayam yang Dibuat Megawati Tiap Lebaran
"Tradisi ini salah satu tujuannya untuk melestarikan budaya nenek moyang, dan sebagai kebudayaan lokal yang harus tetap dijaga," kata sesepuh Kampung Cipadang, Abah Wasna, Rabu (4/5/2022).
Syukuran ini diawali dengan berdoa dan ditutup dengan makan bersama nasi cangkedong. Kudapan nasi cangkedong sendiri adalah nasi berserta aneka jenis lauk pauk yang dibungkus berbentuk bulat atau lonjong menggunakan daun pisang.
Biasanya, tiap orang warga yang mengikuti syukuran ini masing-masing membawa nasi cangkedong antara 5-10 bungkus. Kemudian, bungkusan nasi cangkedong dari tiap warga dikumpulkan dan dinikmati bersama.
"Melalui sistem itu maka warga akan saling menikmati cengkedong buatan warga lain," sambungnya. Baca juga: Peringati Hari Otoda, Gubernur Khofifah Dorong ASN Aktif Berinovasi
Tradisi syukuran cangkedong ini merupakan kebiasaan warga Priyangan yang berbarengan dengan halalbihalal sesudah melaksanakan salat Idul Fitri. Masyarakat pun tampak antusias menggelar tradisi ini sekaligus sambil bersilaturahmi. Baca juga: Selalu Dinanti Puan, Ini Resep Rendang Ayam yang Dibuat Megawati Tiap Lebaran
"Tradisi ini salah satu tujuannya untuk melestarikan budaya nenek moyang, dan sebagai kebudayaan lokal yang harus tetap dijaga," kata sesepuh Kampung Cipadang, Abah Wasna, Rabu (4/5/2022).
Syukuran ini diawali dengan berdoa dan ditutup dengan makan bersama nasi cangkedong. Kudapan nasi cangkedong sendiri adalah nasi berserta aneka jenis lauk pauk yang dibungkus berbentuk bulat atau lonjong menggunakan daun pisang.
Biasanya, tiap orang warga yang mengikuti syukuran ini masing-masing membawa nasi cangkedong antara 5-10 bungkus. Kemudian, bungkusan nasi cangkedong dari tiap warga dikumpulkan dan dinikmati bersama.
"Melalui sistem itu maka warga akan saling menikmati cengkedong buatan warga lain," sambungnya. Baca juga: Peringati Hari Otoda, Gubernur Khofifah Dorong ASN Aktif Berinovasi
Lihat Juga :