Ribuan Tukang Becak Rela Antre Sepanjang 3 Km Demi Dapat Zakat Rp8 Miliar dari Kades di Jombang
Sabtu, 30 April 2022 - 19:30 WIB
loading...
Ribuan tukang becak rela antre demi mendapatkan pembagian zakat dari seorang kepala desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2022). Foto/iNews TV/Mukhtar Bagus
A
A
A
JOMBANG - Pemandangan menghebohkan terjadi di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Sabtu (30/4/2022). Ribuan tukang becak rela mengantre hingga sepanjang 3 km, untuk mendapatkan pembagian zakat dari Kepala Desa (Kades) Mojokrapak, Warsubi.
Baca juga: 7 Alasan Mengapa Umat Islam Diwajibkan Membayar Zakat Mal
Tak tanggung-tanggung, antrean tukang becak ini mengular panjang hingga ke tetangga Desa Mojokrapak, yakni Desa Plosogeneng, dan Desa Denanyar. Hanya untuk mendapatkan antrean pembagian zakat di barisan depan, para tukang becak ini ada yang mengantre sejak sahur, sekitar pukul 03.00 WIB.
Salah seorang tukang becak yang turut mengantre untuk mendapatkan zakat, Samudi mengaku, lebih baik mengantre sejak pagi hari, dari pada mangkal menunggu penumpang, karena penumpang sedang sepi. "Antre sejak pagi saat sahur sekitar pukul 03.00 WIB," tuturnya.
Baca juga: Tondano Minahasa Gempar! Pria Pemilik Salon Kecantikan Tewas Ditikam Jantungnya
Dalam beberapa tahun terakhir, Samudi mengaku pendapatan dari bekerja menarik becak semakin menurun. Bahkan tak jarang dalam sehari, tidak mendapat penumpang sama sekali. "Makanya kami memilih antre zakat saja. Kami sangat senang mendapatkan zakat dari Kades Mojokrapak," imbuhnya.
Baca juga: 7 Alasan Mengapa Umat Islam Diwajibkan Membayar Zakat Mal
Tak tanggung-tanggung, antrean tukang becak ini mengular panjang hingga ke tetangga Desa Mojokrapak, yakni Desa Plosogeneng, dan Desa Denanyar. Hanya untuk mendapatkan antrean pembagian zakat di barisan depan, para tukang becak ini ada yang mengantre sejak sahur, sekitar pukul 03.00 WIB.
Salah seorang tukang becak yang turut mengantre untuk mendapatkan zakat, Samudi mengaku, lebih baik mengantre sejak pagi hari, dari pada mangkal menunggu penumpang, karena penumpang sedang sepi. "Antre sejak pagi saat sahur sekitar pukul 03.00 WIB," tuturnya.
Baca juga: Tondano Minahasa Gempar! Pria Pemilik Salon Kecantikan Tewas Ditikam Jantungnya
Dalam beberapa tahun terakhir, Samudi mengaku pendapatan dari bekerja menarik becak semakin menurun. Bahkan tak jarang dalam sehari, tidak mendapat penumpang sama sekali. "Makanya kami memilih antre zakat saja. Kami sangat senang mendapatkan zakat dari Kades Mojokrapak," imbuhnya.
Lihat Juga :