Anggota DPRD Jabar dari Perindo Berbagi 2.000 Paket Sembako, Kades Astana: Terima Kasih Ini Sangat Membantu
Senin, 25 April 2022 - 23:46 WIB
loading...
Anggota DPRD Jabar dari Partai Perindo, Husin saat menyerahkan paket sembako kepada warga Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Cirebon. Foto: MPI/Hasan Hidayat
A
A
A
CIREBON - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Husin dari Partai Perindo menunjukkan kepeduliannya kepada sesama dengan membagikan 2.000 paket sembako kepada warga di Cirebon dan Indramayu.
Paket sembako tersebut dibagikan simbolis di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Senin (25/4/2022).
Husin mengatakan, di bulan suci Ramadan ini, sebanyak 2.000 paket sembako sudah dibagi di beberapa tempat yakni Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Kota Cirebon.
Baca juga: Anggota DPRD Jabar dari Perindo Sosialisasikan Perda PMI di Cirebon
"Hari ini ada tiga titik. Kemarin ada tiga titik. Sebanyak 2.000 paket sembako itu saya bagikan seluruhnya di dapil (daerah pemilihan) untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.
Dia menyebutkan, pihaknya berusaha membantu warga. Di dalam paket ada minyak goreng dan sebagainya. “Hari ini kami membantu meringankan beban masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat untuk menyambut Idul Fitri 2022," ujar Husin.
Bantuan sembako itu pun disambut antusias warga karena akan mengurangi beban warga menjelang lebaran.
Baca juga: Serahkan SK 11 DPC Se-Kendari, Perindo Sultra Selesaikan Verifikasi Faktual di 17 Kabupaten
Kepala Desa Astana, Efi Syaefullah menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pembagian sembako anggota Komisi III DPRD Jabar Husin dari Partai Perindo.
"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga Desa Astana. Terima kasih Bapak Husin, ini akan sangat membantu mengurangi beban warga menjelang lebaran ini, di mana minyak goreng sedang susah," kata Kades Astana.
Selain membagikan sembako, legislator Partai Perindo Jabar itu juga menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca juga: Buka Puasa Bersama Jadi Momen DPD Perindo Banjarmasin Konsolidasi Partai
Sementara itu terkait sosialisasi Perda PMI, Husin SE menyatakan, kegiatan ini digelar di Cirebon karena banyak warga Cirebon menjadi PMI atau tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Di Jawa Barat, terutama Indramayu dan Cirebon, merupakan penyumbang buruh migran terbesar se Indonesia. Sehingga perda ini perlu diketahui oleh masyarakat," ujarnya.
Paket sembako tersebut dibagikan simbolis di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Senin (25/4/2022).
Husin mengatakan, di bulan suci Ramadan ini, sebanyak 2.000 paket sembako sudah dibagi di beberapa tempat yakni Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Kota Cirebon.
Baca juga: Anggota DPRD Jabar dari Perindo Sosialisasikan Perda PMI di Cirebon
"Hari ini ada tiga titik. Kemarin ada tiga titik. Sebanyak 2.000 paket sembako itu saya bagikan seluruhnya di dapil (daerah pemilihan) untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.
Dia menyebutkan, pihaknya berusaha membantu warga. Di dalam paket ada minyak goreng dan sebagainya. “Hari ini kami membantu meringankan beban masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat untuk menyambut Idul Fitri 2022," ujar Husin.
Bantuan sembako itu pun disambut antusias warga karena akan mengurangi beban warga menjelang lebaran.
Baca juga: Serahkan SK 11 DPC Se-Kendari, Perindo Sultra Selesaikan Verifikasi Faktual di 17 Kabupaten
Kepala Desa Astana, Efi Syaefullah menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pembagian sembako anggota Komisi III DPRD Jabar Husin dari Partai Perindo.
"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga Desa Astana. Terima kasih Bapak Husin, ini akan sangat membantu mengurangi beban warga menjelang lebaran ini, di mana minyak goreng sedang susah," kata Kades Astana.
Selain membagikan sembako, legislator Partai Perindo Jabar itu juga menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca juga: Buka Puasa Bersama Jadi Momen DPD Perindo Banjarmasin Konsolidasi Partai
Sementara itu terkait sosialisasi Perda PMI, Husin SE menyatakan, kegiatan ini digelar di Cirebon karena banyak warga Cirebon menjadi PMI atau tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Di Jawa Barat, terutama Indramayu dan Cirebon, merupakan penyumbang buruh migran terbesar se Indonesia. Sehingga perda ini perlu diketahui oleh masyarakat," ujarnya.
(nic)
Lihat Juga :