Rapid Test 22 Hari BIN di Surabaya, Angka Reaktif Perlahan Turun
Jum'at, 19 Juni 2020 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Sejak rapid test 29 Mei 2020, BIN sudah menggelar 42 kali di wilayah zona merah di Surabaya. Setiap hari BIN menggelar rapid test diiringi swab test di dua lokasi yang berbeda.
Untuk hari ini, rapid test digelar di Jalan Utama Kertopaten dan di halaman lapangan hockey. Dua lokasi ini merupakan zona merah berdasarkan analisis dari Dinkes Kota Surabaya.
Di Jalan Utama Kertopaten, 700 warga mengikuti rapid test. Sebanyak 103 orang menunjukkan hasil reaktif.
Sedangkan di halaman lapangan Hockey, 1.070 warga Surabaya mengikuti rapid test. Hasilnya 110 orang menunjukkan hasil reaktif. "Untuk yang mengikuti swab jumlahnya tetap sama di lokasi satu 103 orang dan di lokasi dua 110 orang. Totalnya 223 orang," tandasnya.
BIN masih akan menggelar rapid test massal diiringi swab test ini di Surabaya hingga 20 Juni 2020. Rapid test ini untuk membantu Pemkot Surabaya menekan angka penyebaran Covid-19. Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan seperti mobile lab PCR test dan APD lengkap untuk tenaga medis untuk Ibu Kota Jawa Timur ini.
Untuk hari ini, rapid test digelar di Jalan Utama Kertopaten dan di halaman lapangan hockey. Dua lokasi ini merupakan zona merah berdasarkan analisis dari Dinkes Kota Surabaya.
Di Jalan Utama Kertopaten, 700 warga mengikuti rapid test. Sebanyak 103 orang menunjukkan hasil reaktif.
Sedangkan di halaman lapangan Hockey, 1.070 warga Surabaya mengikuti rapid test. Hasilnya 110 orang menunjukkan hasil reaktif. "Untuk yang mengikuti swab jumlahnya tetap sama di lokasi satu 103 orang dan di lokasi dua 110 orang. Totalnya 223 orang," tandasnya.
BIN masih akan menggelar rapid test massal diiringi swab test ini di Surabaya hingga 20 Juni 2020. Rapid test ini untuk membantu Pemkot Surabaya menekan angka penyebaran Covid-19. Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan seperti mobile lab PCR test dan APD lengkap untuk tenaga medis untuk Ibu Kota Jawa Timur ini.
(poe)
Lihat Juga :