Sebulan Terakhir Nol Kasus Baru Covid-19 di Pasangkayu
Jum'at, 19 Juni 2020 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Untuk pendatang dari wilayah lain, pihak kelurahan akan mengisolasi selama 14 hari, dan dilakukan pengawasan yang ketat.
Pendekatan pencegahan juga gencar dilakukan lewat ibu-ibu PKK dan ibu-ibu pengajian. Erni, Ketua Tim Penggerak PKK Pasangkayu sekaligus ketua PMI Pasangkayu, mengambil peran tersebut. “Pendekatan ke ibu-ibu PKK dan pengajian sangat efektif mencegah penyebaran virus korona. Kami selain membuat masker untuk dibagi-bagikan, juga membuat brosur-brosur yang berisi prosedur pencegahan penularan Covid-19,” tegas peraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya Malang tersebut, mendampingi Bupati Agus.
Bupati Agus tak bosan mengingatkan kepada masyarakat bahwa belum tahu sampai kapan pandemi berlangsung. Sebelum ditemukan vaksinnya, Agus menekankan Pemkab akan terus mendisiplinkan warga melakukan pencegahan sesuai protokol WHO. “Maka untuk memastikan masyarakat bertahan kami membuat program pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman pangan dan beternak. Karena belum tentu dua bulan ke depan kita masih pegang duit buat belanja kebutuhan di pasar.”
Untuk program pemanfaatan pekarangan rumah, Erni aktif memberi penyuluhan tentang jenis tanaman apa saja yang ditanam. “Mengonsumsi makanan dari pekarangan sendiri menjauhkan warga dari risiko penularan. Karena yang berpotensi terjadinya penularan adalah di pasar-pasar,” kata Erni.
Sampai saat ini Kabupaten Pasangkayu masih tahap sosialisasi untuk menerapkan kelaziman baru atau new normal. “Saya tegaskan bahwa new normal bukan berarti bebas seperti sebelum pandemi. Protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat, yaitu jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, dan mengenakan masker,” kata Agus.
Pendekatan pencegahan juga gencar dilakukan lewat ibu-ibu PKK dan ibu-ibu pengajian. Erni, Ketua Tim Penggerak PKK Pasangkayu sekaligus ketua PMI Pasangkayu, mengambil peran tersebut. “Pendekatan ke ibu-ibu PKK dan pengajian sangat efektif mencegah penyebaran virus korona. Kami selain membuat masker untuk dibagi-bagikan, juga membuat brosur-brosur yang berisi prosedur pencegahan penularan Covid-19,” tegas peraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya Malang tersebut, mendampingi Bupati Agus.
Bupati Agus tak bosan mengingatkan kepada masyarakat bahwa belum tahu sampai kapan pandemi berlangsung. Sebelum ditemukan vaksinnya, Agus menekankan Pemkab akan terus mendisiplinkan warga melakukan pencegahan sesuai protokol WHO. “Maka untuk memastikan masyarakat bertahan kami membuat program pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman pangan dan beternak. Karena belum tentu dua bulan ke depan kita masih pegang duit buat belanja kebutuhan di pasar.”
Untuk program pemanfaatan pekarangan rumah, Erni aktif memberi penyuluhan tentang jenis tanaman apa saja yang ditanam. “Mengonsumsi makanan dari pekarangan sendiri menjauhkan warga dari risiko penularan. Karena yang berpotensi terjadinya penularan adalah di pasar-pasar,” kata Erni.
Sampai saat ini Kabupaten Pasangkayu masih tahap sosialisasi untuk menerapkan kelaziman baru atau new normal. “Saya tegaskan bahwa new normal bukan berarti bebas seperti sebelum pandemi. Protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat, yaitu jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, dan mengenakan masker,” kata Agus.
(ars)
Lihat Juga :