Anggota DPRD Parepare dan Mahasiswa Cek Ketersediaan Sembako di Pasar
Selasa, 12 April 2022 - 17:04 WIB
loading...
Anggota DPRD Parepare melakukan sidak ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
PAREPARE - Anggota DPRD Parepare melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar, Selasa (12/4/2022). Sidak ini dilakukan untuk mengecek ketersediaansembako serta pengawasan lapangan.
Sidak dipimpin langsung Ketua DPRD Parepare , Andi Nurhatina. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Parepare, Tasming Hamid dan Rahmat Sjamsu Alam. Ada juga pihak Dinas Perdagangan, serta gabungan mahasiswa.
Baca juga:Wakil Bupati Maros Datangi Pedagang Agar Mau Direlokasi
Sidak pertama dilakukan di Pasar Sumpang selanjutnya ke Pasar Lakessi untuk mengecek harga bahan pokok, di antaranya, beras, telur, dan minyak goreng. Di sana ditemukan harga masih terbilang stabil, dengan stok yang masih mencukupi selama bulan Ramadhan.
Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Muhammad Zandy mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut ditemukan adanya dugaan penimbunan minyak goreng kemasan .
"Tadi di dalam ditemukan hal yang baru adanya toko yang sengaja ditutup. Namun setelah dibuka ditemukan minyak goreng di dalam jeriken yang diduga minyak goreng curah. Sementara pengakuan si pemilik minyak tersebut merupakan minyak kemasan yang memang dipindahkan ke dalam jeriken yang sebelumnya dari kemasan 18 liter," ungkap Zandy.
Baca juga:KPPU Agendakan Panggil 10 Perusahaan Terkait Kasus Minyak Goreng
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Parepare, Tasming Hamid, menerangkan bahwa, terkait temuan tersebut, secara teknis diserahkan kepada pihak Dinas Perdagangan yang bisa menelusuri temuan tersebut.
"Apakah ini hanya dugaan atau memang sengaja dilakukan oleh oknum. Dan tentu kalau itu terjadi penimbunan, itu harus ditindak," tegas Tasming.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur mengatakan, ada beberapa minyak goreng disimpan di satu tempat di kios. Namun minyak goreng tersebut merupakan stok pedagang.
"Ada kesalahpahaman terkait dugaan penimbunan yang disangkakan mahasiswa, dan itu telah kita luruskan," katanya.
Baca juga:Harga Telur di Pasar Tradisional Luwu Timur Naik Jelang Ramadhan
Untuk minyak goreng curah, tambah Prasetyo, Pemkot melakukan kerja sama dengan PT PPI untuk mendistribusikan ke pedagang yang telah menandatangani pakta integritas dan siap memasang spandung harga sesuai HET dari pemerintah.
"Minyak curah sendiri kami kemarin baru melepasa sebanyak 20 ton. Dan alhamdulillah 1-2 hari akan melepas lagi 20 ton. Untuk penyaluran ini cukup ketat karena pedagang diharuskan menjual sesuai HET. Pedagang juga diwajibkan menandatangani fakta integritas," tandasnya.
Sidak dipimpin langsung Ketua DPRD Parepare , Andi Nurhatina. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Parepare, Tasming Hamid dan Rahmat Sjamsu Alam. Ada juga pihak Dinas Perdagangan, serta gabungan mahasiswa.
Baca juga:Wakil Bupati Maros Datangi Pedagang Agar Mau Direlokasi
Sidak pertama dilakukan di Pasar Sumpang selanjutnya ke Pasar Lakessi untuk mengecek harga bahan pokok, di antaranya, beras, telur, dan minyak goreng. Di sana ditemukan harga masih terbilang stabil, dengan stok yang masih mencukupi selama bulan Ramadhan.
Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Muhammad Zandy mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut ditemukan adanya dugaan penimbunan minyak goreng kemasan .
"Tadi di dalam ditemukan hal yang baru adanya toko yang sengaja ditutup. Namun setelah dibuka ditemukan minyak goreng di dalam jeriken yang diduga minyak goreng curah. Sementara pengakuan si pemilik minyak tersebut merupakan minyak kemasan yang memang dipindahkan ke dalam jeriken yang sebelumnya dari kemasan 18 liter," ungkap Zandy.
Baca juga:KPPU Agendakan Panggil 10 Perusahaan Terkait Kasus Minyak Goreng
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Parepare, Tasming Hamid, menerangkan bahwa, terkait temuan tersebut, secara teknis diserahkan kepada pihak Dinas Perdagangan yang bisa menelusuri temuan tersebut.
"Apakah ini hanya dugaan atau memang sengaja dilakukan oleh oknum. Dan tentu kalau itu terjadi penimbunan, itu harus ditindak," tegas Tasming.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur mengatakan, ada beberapa minyak goreng disimpan di satu tempat di kios. Namun minyak goreng tersebut merupakan stok pedagang.
"Ada kesalahpahaman terkait dugaan penimbunan yang disangkakan mahasiswa, dan itu telah kita luruskan," katanya.
Baca juga:Harga Telur di Pasar Tradisional Luwu Timur Naik Jelang Ramadhan
Untuk minyak goreng curah, tambah Prasetyo, Pemkot melakukan kerja sama dengan PT PPI untuk mendistribusikan ke pedagang yang telah menandatangani pakta integritas dan siap memasang spandung harga sesuai HET dari pemerintah.
"Minyak curah sendiri kami kemarin baru melepasa sebanyak 20 ton. Dan alhamdulillah 1-2 hari akan melepas lagi 20 ton. Untuk penyaluran ini cukup ketat karena pedagang diharuskan menjual sesuai HET. Pedagang juga diwajibkan menandatangani fakta integritas," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :