Kemenkumham Sulsel Monitoring Kasus Kekerasan Seksual Balita di Jeneponto
Senin, 11 April 2022 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kami bersama Unit P2TP2A Provinsi turut mendampingi korban hingga dirujuk di RS Unhas untuk jalani operasi dan perawatan, Pak Gubernur juga bahkan turut hadir," ungkap Farida.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi bayi saat ini sudah semakin membaik dan kabarnya sudah kembali ke keluarga. Meskipun masih ada gejala traumatik atas peristiwa yang telah menimpanya, namun pihak DP3A berkomitmen terus mendampingi hingga korban pulih.
Kasubid Pemajuan HAM Kanwil Sulsel berharap agar masalah ini benar-benar mendapat perhatian ekstra, mengingat usia korban yang belum genap dua tahun.
"Semoga perhatian Pemerintah tidak pernah lepas, terutama bagaimana penanganan traumatik atas hilangnya perlindungan dari kekerasan yang dilakukan oleh kerabatnya sendiri, belum lagi pelayanan kesehatan selama masa pemulihan, baik fisik maupun psikis," ujar Dedy.
Tim Fasilitasi Yankomas kemuadian melanjutkan kordinasi ke Polres Jeneponto menemui Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu Nasaruddin didampingi penyidik yang menangani kasus tersebut. Kepada Tim Yankomas, Iptu Nasaruddin menyampaikan simpati atas apa yang terjadi, ia lantas menceritakan kronologi peristiwa hingga pelaku tertangkap.
"Tersangkanya ini kan kakeknya, kakek tiri. Awalnya pelaku ini datang ke Kantor malah justru untuk melapor pencemaran nama baik karena melihat pemberitaan tentang dirinya, tapi saya curiga saya minta anggota periksa hingga akhirnya ia mengakui perbuatan, jadi kami amankan hari itu juga," ungkapnya.
Baca Juga: 9 Anak Lahir Akibat Pencabulan Oknum Guru Pesantren, Keluarga Korban Minta Pelaku Dikebiri
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi bayi saat ini sudah semakin membaik dan kabarnya sudah kembali ke keluarga. Meskipun masih ada gejala traumatik atas peristiwa yang telah menimpanya, namun pihak DP3A berkomitmen terus mendampingi hingga korban pulih.
Kasubid Pemajuan HAM Kanwil Sulsel berharap agar masalah ini benar-benar mendapat perhatian ekstra, mengingat usia korban yang belum genap dua tahun.
"Semoga perhatian Pemerintah tidak pernah lepas, terutama bagaimana penanganan traumatik atas hilangnya perlindungan dari kekerasan yang dilakukan oleh kerabatnya sendiri, belum lagi pelayanan kesehatan selama masa pemulihan, baik fisik maupun psikis," ujar Dedy.
Tim Fasilitasi Yankomas kemuadian melanjutkan kordinasi ke Polres Jeneponto menemui Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu Nasaruddin didampingi penyidik yang menangani kasus tersebut. Kepada Tim Yankomas, Iptu Nasaruddin menyampaikan simpati atas apa yang terjadi, ia lantas menceritakan kronologi peristiwa hingga pelaku tertangkap.
"Tersangkanya ini kan kakeknya, kakek tiri. Awalnya pelaku ini datang ke Kantor malah justru untuk melapor pencemaran nama baik karena melihat pemberitaan tentang dirinya, tapi saya curiga saya minta anggota periksa hingga akhirnya ia mengakui perbuatan, jadi kami amankan hari itu juga," ungkapnya.
Baca Juga: 9 Anak Lahir Akibat Pencabulan Oknum Guru Pesantren, Keluarga Korban Minta Pelaku Dikebiri
Lihat Juga :