16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Jum'at, 01 April 2022 - 04:44 WIB
loading...
Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid menyatakan NII patut diwaspadai karena memiliki ideologi bertentangan dengan Pancasila dan konsensus nasional. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 orang tersangka teroris yang terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (25/3/2022). Penangkapan dalam jumlah besar tersebut menunjukkan betapa gerakan radikalisme danterorisme di beberapa daerah kini semakin massif.
Motif para tersangka tersebut ingin mengganti ideologi negara dan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Baca juga: 16 Tersangka Teroris yang Ditangkap di Sumbar Kelompok NII
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid menjelaskan bahwa NII patut diwaspadai karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan konsensus nasional. Bahkan telah memiliki struktur pemerintahan yang bergerak di bawah tanah.
Gerakan ini selain berpotensi melakukan tindakan kekerasan dan teror untuk mencapai cita-citanya mendirikan negara berdasarkan syariat agama juga menjadi ancaman bagi kehidupan yang harmoni di negeri ini.
“NII merupakan organisasi dan gerakan politik pertama di Indonesia yang melakukan radikalisasi gerakan politik yang mengatasnamakan agama yang sangat membahayakan kedaulatan negara. Ideologi NII merupakan induk ideologi yang menjiwai gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia,” katanya, Kamis (31/3/2022).
Motif para tersangka tersebut ingin mengganti ideologi negara dan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Baca juga: 16 Tersangka Teroris yang Ditangkap di Sumbar Kelompok NII
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid menjelaskan bahwa NII patut diwaspadai karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan konsensus nasional. Bahkan telah memiliki struktur pemerintahan yang bergerak di bawah tanah.
Gerakan ini selain berpotensi melakukan tindakan kekerasan dan teror untuk mencapai cita-citanya mendirikan negara berdasarkan syariat agama juga menjadi ancaman bagi kehidupan yang harmoni di negeri ini.
“NII merupakan organisasi dan gerakan politik pertama di Indonesia yang melakukan radikalisasi gerakan politik yang mengatasnamakan agama yang sangat membahayakan kedaulatan negara. Ideologi NII merupakan induk ideologi yang menjiwai gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia,” katanya, Kamis (31/3/2022).
Lihat Juga :