Disdik Sulsel Siapkan Kegiatan Amaliah Ramadan untuk Siswa
Minggu, 27 Maret 2022 - 20:56 WIB
loading...
Dinas Pendidikan Sulsel menyiapkan kegiatan amaliah Ramadan untuk pada siswanya. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, bakal menyiapkan agenda amaliah Ramadan bagi siswa sekolah. Agenda tersebut dimaksudkan untuk memaksimalkan aktivitas religi siswa selama menjalani ibadah puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel , Setiawan Aswad menuturkan, pihaknya tengah menggodok konsep Sinergi, Energi dan Resonansi (SER) untuk Sulsel yang Lebih Cerdas.
Baca Juga: Disdik Sulsel Inisiasi Gerakan Wakaf Alquran
Melalui konsep inilah, sejumlah aktivitas amaliah Ramadan bakal diterapkan ke siswa untuk menyemarakkan bulan suci.
Adapun teknis pelaksanaan amaliah Ramadannya diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan berdasarkan keadaan dan kebutuhan setiap sekolah.
"Nanti akan dikoordinir oleh cabang dinas, bekerja sama dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), guru mata pelajaran khususnya pelajaran agama, dan komite sekolah," ungkap Setiawan.
Adapun aktivitas amaliah Ramadan nantinya, kata dia, bakal lebih banyak menyangkut kegiatan peribadatan. "Ada yang sifatnya mengaji, pondok Ramadan , kajian ayat, baca tajwid, salat dhuha, dan lain-lain. Itu kami serahkan ke satuan pendidikan untuk mengatur," jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel , Setiawan Aswad menuturkan, pihaknya tengah menggodok konsep Sinergi, Energi dan Resonansi (SER) untuk Sulsel yang Lebih Cerdas.
Baca Juga: Disdik Sulsel Inisiasi Gerakan Wakaf Alquran
Melalui konsep inilah, sejumlah aktivitas amaliah Ramadan bakal diterapkan ke siswa untuk menyemarakkan bulan suci.
Adapun teknis pelaksanaan amaliah Ramadannya diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan berdasarkan keadaan dan kebutuhan setiap sekolah.
"Nanti akan dikoordinir oleh cabang dinas, bekerja sama dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), guru mata pelajaran khususnya pelajaran agama, dan komite sekolah," ungkap Setiawan.
Adapun aktivitas amaliah Ramadan nantinya, kata dia, bakal lebih banyak menyangkut kegiatan peribadatan. "Ada yang sifatnya mengaji, pondok Ramadan , kajian ayat, baca tajwid, salat dhuha, dan lain-lain. Itu kami serahkan ke satuan pendidikan untuk mengatur," jelasnya.
Lihat Juga :