Dipercepat, Penyaluran Bansos Kartu Sembako di Palembang Capai 96,6 Persen
Jum'at, 25 Maret 2022 - 03:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Waduh, Wakil Wali Kota Tegal Masuk Daftar Penerima Bansos, Begini Faktanya
Dia menambahkan bahwa dalam menyalurkan dana bansos, petugas tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). "Petugas dipersiapkan dengan masker, faceshield, sarung tangan. Di meja petugas disiapkan handsanitizer. KPM juga wajib pakai masker dan jaga jarak. Kami mematuhi imbauan Satgas COVID-19 dan sesuai aturan prokes," ucap Yessi.
Salah satu juru bayar KCU Palembang, Toto Suprapto mengungkapkan tantangan yang dihadapinya saat mengantarkan bansos yaitu kendala jarak dan menempuh wilayah perairan.
"Saya sebagai mandor antaran ditugaskan mengantar bansos ke rumah penerima di wilayah perairan. Kami antarkan karena penerima jauh untuk menjangkau ke kantor pos. Saya mengantar untuk 20-30 KPM. Dana kita serahkan setelah mencocokkan nomor NIK dengan data yang tercantum di danom," ucap Toto.
Menjalani tugas mengantar dana bansos ke rumah KPM, Toto acap kali mengalami momen haru. "Banyak penerima yang sangat berharap bisa terima bantuan. Kebanyakan mereka lansia. Mereka sangat perlu uang itu untuk beli sembako, obat," ujarnya.
Hal itu diamini oleh salah satu KPM, Nuraini, warga Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang. Dia sampai menangis haru saat menerima uang bansos yang diantarkan langsung ke rumahnya.
"Terima kasih banyak. Saya sampai nangis sedih, bantuan diantarkan ke rumah malam-malam. Namanya saya orang susah, senang sekali dapat bantuan," kata Nuraini yang telah berusia lanjut.
Dana bansos senilai Rp600.000 sangat membantu Nuraini untuk menopang kehidupan. Sebab, pekerjaan sehari-hari hanya kerja serabutan, tak mencukupi.
Dia menambahkan bahwa dalam menyalurkan dana bansos, petugas tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). "Petugas dipersiapkan dengan masker, faceshield, sarung tangan. Di meja petugas disiapkan handsanitizer. KPM juga wajib pakai masker dan jaga jarak. Kami mematuhi imbauan Satgas COVID-19 dan sesuai aturan prokes," ucap Yessi.
Salah satu juru bayar KCU Palembang, Toto Suprapto mengungkapkan tantangan yang dihadapinya saat mengantarkan bansos yaitu kendala jarak dan menempuh wilayah perairan.
"Saya sebagai mandor antaran ditugaskan mengantar bansos ke rumah penerima di wilayah perairan. Kami antarkan karena penerima jauh untuk menjangkau ke kantor pos. Saya mengantar untuk 20-30 KPM. Dana kita serahkan setelah mencocokkan nomor NIK dengan data yang tercantum di danom," ucap Toto.
Menjalani tugas mengantar dana bansos ke rumah KPM, Toto acap kali mengalami momen haru. "Banyak penerima yang sangat berharap bisa terima bantuan. Kebanyakan mereka lansia. Mereka sangat perlu uang itu untuk beli sembako, obat," ujarnya.
Hal itu diamini oleh salah satu KPM, Nuraini, warga Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang. Dia sampai menangis haru saat menerima uang bansos yang diantarkan langsung ke rumahnya.
"Terima kasih banyak. Saya sampai nangis sedih, bantuan diantarkan ke rumah malam-malam. Namanya saya orang susah, senang sekali dapat bantuan," kata Nuraini yang telah berusia lanjut.
Dana bansos senilai Rp600.000 sangat membantu Nuraini untuk menopang kehidupan. Sebab, pekerjaan sehari-hari hanya kerja serabutan, tak mencukupi.
Lihat Juga :