Kisah Pendiri NU KH Hasyim Asyari Disiksa Tentara Jepang, Tangannya Dihantam Palu hingga Remuk

Sabtu, 12 Maret 2022 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Aksi teror dan pengerusakan secara fisik, bukan hanya dialami KH Hasyim Asyari pada masa pendudukan Jepang saja. Aksi teror dan mencari-cari kesalahan juga dirasakan KH Hasyim Ashara sejak masa pendudukan Belanda.

Intel Belanda pernah dengan sengaja mengirim seorang pencuri untuk membuat keonaran di Tebuireng. Pencuri tersebut tertangkap dan dihajar oleh para santri hingga tewas. Tewasnya pencuri tersebut, dimanfaatkan Belanda untuk menangkap Hasyim Asyari dengan tuduhan pembunuhan. Hasyim Asyari memahami dengan baik hukum-hukum Belanda, sehingga terlepas dari jeratan hukum.

Tak hanya sampai di situ saja, Belanda mengirimkan beberapa kompi pasukan untuk menghancurkan pesantren Hasyim Asyari. Akibat serangan brutal tersebut, bangunan pesantren yang baru berusia sekitar 10 tahun itu porak-poranda. Kitab-kitab dihancurkan dan dibakar.

Baca juga: Gempar Video Pelajar SMA Asyik Bersetubuh di Kamar, Polisi: Kami Selidiki

Pesantren menjadi salah satu basis rakyat Indonesia, dalam melakukan perlawanan yang sangat kuat terhadap para penjajah sejak zaman Belanda, hingga Jepang. Para kiai dan pesantrennya sering menjadi sasaran tuduhan serta penangkapan.

Pada masa perang dunia ke dua, dan Jepang kalah dari sekutu. KH. Hasyim Asyari juga lembali berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Dengan penuh keberanian, Hasyim Asyari menyerukan resolusi jihad, untuk melawan kembalinya penjajah Belanda, menguasai Indonesia.

Resolusi jihad KH Hasyim Asyari ini, juga menjadi pemompa semangat para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, melalui pertempuran besar di Surabaya, pada 10 November 1945.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Kisah Untung Suropati...
Kisah Untung Suropati Dihukum Cambuk dan Dipenjara Akibat Mencintai Anak Juragan Belanda
Penyerbuan Belanda ke...
Penyerbuan Belanda ke Benteng Warisan Mataram Dibalas Serangan Balasan Pasukan Diponegoro
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Rekomendasi
Tangis Mbappe dan Kutukan...
Tangis Mbappe dan Kutukan Semifinal yang Belum Berakhir
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Sidang Banding Nadiem...
Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar 5 Agustus 2026
Berita Terkini
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved