Rumah Janda di Kudus Dipagar Tembok 2 Meter gara-gara Cekcok dengan Tetangga
Senin, 07 Maret 2022 - 16:18 WIB
loading...
Rumah janda dipagar tetangga. Foto: Nur/SINDOnews
A
A
A
KUDUS - Gara-gara sering cekok dengan tetangganya, satu-satunya akses jalan keluar masuk rumah milik Sutikah, warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditutup rapat tembok.
Pemagaran itu dilakukan oleh Khumaidi, pemilik tanah sekaligus tetangga Sutikah. Tidak tanggung-tanggung, tembok dibangun setinggi 2 meter. Alhasil, janda sebatang kara itu terjebak di dalam rumahnya sendiri.
Sunarsih, ibunda Khumaidi mengatakan, anaknya terpaksa memasang pagar tembok setinggi 2 meter itu, karena merasa tersinggung dengan ucapan dan perilaku Sutikah selama ini.
Baca juga: Soal Pembagian Bingkisan Sembako untuk Janda-Janda, Ini Kata Ketua LBH Petir Jateng
"Sutikah perangainya dianggap kurang baik dan kata-katanya sering menyakitkan. Selama ini akses keluar masuknya lewat halaman rumah saya," kata Sunarsih, kepada wartawan di lokasi, Senin (7/3/2022).
Dilanjutkan dia, tetangga lain sudah tidak ada yang mau memberinya akses jalan. Hanya dirinya yang selama ini masih memberinya akses jalan. Tetapi janda semata wayang itu tidak pernah bersyukur akan hal itu.
"Lihat tetangga lain sudah tidak ada yang mau memberi akses jalan. Rumahnya sudah terkepung tembok-tembok rumah tetangga. Jika dia mau berubah, kami tidak keberatan halaman saya digunakan jalan oleh dia," paparnya.
Pemagaran itu dilakukan oleh Khumaidi, pemilik tanah sekaligus tetangga Sutikah. Tidak tanggung-tanggung, tembok dibangun setinggi 2 meter. Alhasil, janda sebatang kara itu terjebak di dalam rumahnya sendiri.
Sunarsih, ibunda Khumaidi mengatakan, anaknya terpaksa memasang pagar tembok setinggi 2 meter itu, karena merasa tersinggung dengan ucapan dan perilaku Sutikah selama ini.
Baca juga: Soal Pembagian Bingkisan Sembako untuk Janda-Janda, Ini Kata Ketua LBH Petir Jateng
"Sutikah perangainya dianggap kurang baik dan kata-katanya sering menyakitkan. Selama ini akses keluar masuknya lewat halaman rumah saya," kata Sunarsih, kepada wartawan di lokasi, Senin (7/3/2022).
Dilanjutkan dia, tetangga lain sudah tidak ada yang mau memberinya akses jalan. Hanya dirinya yang selama ini masih memberinya akses jalan. Tetapi janda semata wayang itu tidak pernah bersyukur akan hal itu.
"Lihat tetangga lain sudah tidak ada yang mau memberi akses jalan. Rumahnya sudah terkepung tembok-tembok rumah tetangga. Jika dia mau berubah, kami tidak keberatan halaman saya digunakan jalan oleh dia," paparnya.
Lihat Juga :