Cerita Pilu Abas yang Idap Stroke Hidupi 12 Anak dari Belas Kasih Tetangga

Senin, 07 Maret 2022 - 05:21 WIB
loading...
Cerita Pilu Abas yang...
Keluarga miskin di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memiliki 12 anak dan terpaksa hidup di rumah panggung bilik sangat sederhana. Foto/iNews TV/Irwan
A A A
PURWAKARTA - Pasangan suami istri, Abas (49) dan Juju (40) hidup dalam belenggu kemiskinan. Warga Kampung Mariuk, Desa Sirnagalih, Kecamatan Mani'is, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini, memiliki sebanyak 12 anak yang masih kecil-kecil.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Surabaya Naik 0,21 Persen Selama Pandemi Covid-19

Tragisnya, sebagai kepala keluarga, Abas kini tak dapat bekerja lagi karena serangan stroke. Sebelumnya, Abas bekerja sebagai buruh bangunan. Untuk makan sehari-hari, keluarga ini banyak mengandalkan belas kasihan para tetangganya.



Abas bersama istri dan 12 anaknya, hidup di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah panggung dari kayu itu, berdiri seadanya di tepian kebun karet. Sebagian jendelanya sudah tak ada kacanya lagi karena pecah. Lantai dari papan kayu, sebagian sudah lapuk dan banyak yang bolong akibat tak ada biaya untuk memperbaikinya.

Baca juga: Penuh Semangat, Pensiunan Guru hingga Tukang Sayur Dukung Anies Baswedan Jadi Capres

"Sekitar satu tahun ini saya mendertita stroke. Sehari-hari hanya di rumah saja. Sebelumnya saya bekerja sebagai buruh bangunan. Untuk makan banyak dibantu para tetangga," ungkap Abas dengan suara terbata-bata akibat stroke.

Begitu juga dengan Juju, waktunya habis hanya untuk mengasuh anak bungsunya yang baru berusia empat bulan. Selain itu, Juju juga disibukan mengurusi lima anak lainnya, apalagi kakak dari anak bungsunya baru berusia dua tahun.

Sementara enam anak lainnya, kini telah berusia 12-23 tahun. Anak yang berusia 23 tahun merupakan anak pertama, dan kini sudah berumah tangga, serta memiliki seorang anak balita. Keluarga anak pertama itu, juga tinggal serumah dengan Abas dan Juju.

Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo

Di tengah kesibukannya mengurusi anak, yang bisa dilakukan Juju hanya sebatas menyapu, dan membersihkan sampah dari dalam rumah. Abas dan Juju sejatinya tidak menginginkan banyak anak. Mereka sempat mengikuti program keluarga berencana (KB), namun tidak cocok.

Selain kondisi tubuh Juju yang sering sakit saat mengikuti program KB. Ternyata, Juju juga tetap hamil dan mempunyai anak, sehingga terpaksa menghentikan program KB. Saat Abas belum sakit stroke, keluarga ini tak kesulitan untuk makan meskipun penghasilannya pas-pasan.

Cerita Pilu Abas yang Idap Stroke Hidupi 12 Anak dari Belas Kasih Tetangga


Bukan hanya soal makan, keluarga ini juga kesulitan untuk membiaya sekolah anak-anaknya. Rata-rata anak-anak Abas dan Juju yang berhasil lulus SMP hanya anak pertama dan kedua, sedangkan adik-adiknya hanya lulus sekolah dasar, bahkan ada yang tidak lulus sekolah dasar.

Keluarga ini hanya mendapat bantuan keuangan dari seorang anak laki-lakinya yang berusia 18 tahun, karena sudah bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, uang itu tidak cukup. Hanya untuk makan saja, Juju mengaku harus membutuhkan 6 kg beras per hari.

Baca juga: Palembang Gempar! Pemuda 23 Tahun Gantung Diri Sambil Siaran Langsung

Untuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil, Juju sering dibantu oleh anak-anaknya yang sudah beranjak remaja. Namun hal itu tak mampu membuat Juju menahan kepedihan. Dia berharap, ada bantuan pemerintah untuk biaya hidup dan sekolah anak-anaknya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Gempa Guncang Purwakarta...
Gempa Guncang Purwakarta Pagi Ini Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Kisah Siswa Sekolah...
Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Jaktim, Dari Belum Pernah Menyentuh Laptop Kini Jadi Jago Desain Grafis
Horor, Seorang Pria...
Horor, Seorang Pria di Purwakarta Ngamuk dan Bacok 13 Warga di Jalanan
LAN Luncurkan Akademi...
LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu
Ubah Sampah Jadi Solusi,...
Ubah Sampah Jadi Solusi, Desa Tegalsari Purwakarta Jadi Role Model Berbasis Kawasan
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved