Angka Kemiskinan di Surabaya Naik 0,21 Persen Selama Pandemi Covid-19
Senin, 28 Februari 2022 - 20:31 WIB
loading...
Angka kemiskinan di Surabaya naik 0,21 persen selama pandemi Covid-19. Anggota DPRD berfoto bersama. Foto: Aan/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Selama Pandemi COVID-19, angka kemiskinan di Kota Surabaya meningkat 0,21 persen. Jumlah itu terjadi di sepanjang 2021. Berbagai sektor pun terus digerakan untuk mengembalikan kebutuhan keseharian warga.
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menuturkan, selama setahun terakhir ini Surabaya relatif mampu mengerakan ekonomi, terutama untuk menangani pandemi dan memulihkan ekonomi di sektor bawah.
Semua itu tak lepas dari penanganan pandemi di Surabaya berjalan cukup baik. Gotong-royong seluruh kalangan mampu mengelola pandemi, dengan vaksinasi yang masif serta pelaksanaan 3T yang baik.
Baca juga: Program Klinik BUM Desa Mampu Tekan Angka Kemiskinan di Jawa Timur
"Yang menarik ada inisiatif kerelawanan sosial dengan menggandeng berbagai pihak untuk saling bantu di masa pandemi," ujar Awi, panggilan akrabnya, Senin (28/2/2022)..
Ia melanjiutkan, pemulihan ekonomi Surabaya sudah fokus terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, UMKM Surabaya terus didorong agar survive, termasuk lewat inovasi berbasis digital seperti e-Peken.
"Ketiga, sebagai catatan, saya berharap ke depan Pemkot Surabaya menaruh perhatian serius pada pengelolaan banjir dan upaya perlindungan sosial warga. Soal banjir, solusi terintegrasi dari hulu ke hilir harus dijalankan," jelasnya.
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menuturkan, selama setahun terakhir ini Surabaya relatif mampu mengerakan ekonomi, terutama untuk menangani pandemi dan memulihkan ekonomi di sektor bawah.
Semua itu tak lepas dari penanganan pandemi di Surabaya berjalan cukup baik. Gotong-royong seluruh kalangan mampu mengelola pandemi, dengan vaksinasi yang masif serta pelaksanaan 3T yang baik.
Baca juga: Program Klinik BUM Desa Mampu Tekan Angka Kemiskinan di Jawa Timur
"Yang menarik ada inisiatif kerelawanan sosial dengan menggandeng berbagai pihak untuk saling bantu di masa pandemi," ujar Awi, panggilan akrabnya, Senin (28/2/2022)..
Ia melanjiutkan, pemulihan ekonomi Surabaya sudah fokus terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, UMKM Surabaya terus didorong agar survive, termasuk lewat inovasi berbasis digital seperti e-Peken.
"Ketiga, sebagai catatan, saya berharap ke depan Pemkot Surabaya menaruh perhatian serius pada pengelolaan banjir dan upaya perlindungan sosial warga. Soal banjir, solusi terintegrasi dari hulu ke hilir harus dijalankan," jelasnya.
Lihat Juga :