Kesabaran Polwan-polwan Cantik Redam Demonstrasi Saat Pandemi

Senin, 15 Juni 2020 - 17:26 WIB
loading...
Kesabaran Polwan-polwan Cantik Redam Demonstrasi Saat Pandemi
Para Polwan Polresta Malang Kota, usai mengamankan aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua, di Jalan Semeru, Kota Malang. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - Kesabaran para polisi wanita (Polwan) Polresta Malang Kota, saat menjaga jalannya aksi Aliansi Mahasiswa Papua, dan Fornt Rakyat Indonesia, patut diacungi jempol.

(Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa Ruwet...Ruwet...Ruwet... )

Lebih dari dua jam lamanya mereka bersiaga, berdiri di bawah terik matahari, dan menggelar sholawat di Jalan Semeru, Kota Malang, untuk meredakan emosi para demonstrasi.

Orasi-orasi dari para demonstran tidak menggoyahkan semangat para Polwan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat yang sedang menghadapi pandemi COVID-19.

(Baca juga: Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol )

Aksi demonstrasi yang digelar mulai sekitar pukul 09.00 WIB, baru berakhir pada pukul 12.00 WIB. Jalan Semeru, ditutup total selama berlangsungntya aksi demonstrasi tersebut.

Mengenakan kerudung putih, lengkap dengan masker dan pelindung wajah, para Polwan ini begitu bersemangat berdiri di hadapan para demonstran, hingga aksi demonstrasi tersebut selesai.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata yang turut berdiri berpanas-panasan mengaku, memberikan ruang dan waktu kepada para mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya.

"Kami bertugas menjaga keamanan dan ketertiban jalannya aksi, serta melindungi kepentingan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kami menjaga kelancaran jalannya aksi demonstrasi sampai selesai," terangnya.

(Baca juga: Cara Sehat Naik Ojol Selama Pandemi )

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua, dan Front Rakyat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi.

Juru bicara aksi, Ahmad mengatakan, aksi demonstrasi ini menuntut pembebasan tujuh tahanan politik di Papua. "Kami juga bersolidaritas untuk rakyat Papua, yang masih diperlakukan diskriminatif," tegasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1153 seconds (10.55#12.26)