Jadi Preseden Buruk, LPSK Minta Status Tersangka Nurhayati Dibatalkan

Jum'at, 25 Februari 2022 - 11:57 WIB
loading...
Jadi Preseden Buruk, LPSK Minta Status Tersangka Nurhayati Dibatalkan
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta penetapan status tersangka pada Nurhayati dibatalkan. Foto/Dok.iNews TV
A A A
BANDUNG - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menaruh perhatian besar terhadap nasib yang dialami Nurhayati yang ditetapkan polisi sebagai tersangka usai membongkar kasus korupsi dana APBDdes.

LPSK khawatir, penetapan tersangka pada Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon itu menjadi preseden buruk yang mengakibatkan masyarakat tak berani melaporkan tindak korupsi di lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Hari Ini, Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus Nurhayati

Ketua LPSK Hasto Atmojo menyatakan, LPSK sudah turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan hukum yang kini dihadapi Nurhayati. Bahkan, Hasto meyakinkan bahwa Nurhayati kini berada dalam perlindungan LPSK.

"Sekarang dia (Nurhayati) sudah menjadi terlindungi LPSK. Hanya waktu kami mau melakukan investigasi dan menemui, yang bersangkutan sedang kena COVID-19 dan menjalani isoman (isoman)," ungkap Hasto seusai penyerahan kompensasi bagi korban terorisme di Gedung Sate, Kita Bandung, Kamis (24/2/2022).

Hasto membeberkan, bukan pertama kali pihaknya menangani kasus seperti yang dialami Nurhayati hingga akhirnya LPSK harus memberikan perlindungan.

"Ini bukan kali pertama LPSK menerima permohonan dari kasus semacam ini. Seorang pelapor yang kemudian dituntut balik yang akhirnya kami harus memberikan perlindungan hukum," katanya.

Baca juga: Soroti Kasus Nurhayati, Ridwan Kamil Khawatir Warga Jadi Takut Laporkan Kasus Korupsi

Dia menegaskan, pihaknya akan mencoba berkoodinasi dengan Nurhayati dan institusi yang bersangkutan.

Jika status Nurhayati tidak berubah dan tetap menjadi tersangka, kata Hasto, maka LPSK akan memberikan perlindungan dengan menjadikan Nurhayati sebagai justice collaborator.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1554 seconds (10.55#12.26)