Pendopo Agung Trowulan, Saksi Bisu Sumpah Palapa Gajah Mada yang Menggetarkan

Rabu, 23 Februari 2022 - 05:47 WIB
loading...
Pendopo Agung Trowulan,...
Gajah Mada saat mengucapkan Sumpah Palapa yang menggetarkan para pejabat Majapahit diyakini berlokasi di sebuah bangunan di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang kini jadi Pendopo Agung Trowulan. Foto/disparpora.mojokertokab.go.id
A A A
Mahapatih Gajah Mada saat mengucapkan Sumpah Palapa yang menggetarkan para pejabat Majapahit diyakini berlokasi di sebuah bangunan di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Pendopo Agung Trowulan, Saksi Bisu Sumpah Palapa Gajah Mada yang Menggetarkan

Mahapatih Gajah Mada. Foto/Ilustrasi/Ist

Saat itu Gajah Mada yang diangkat menjadi Mahapatih menggantikan Mpu Nala bersumpah di tempat yang kini menjadi Pendopo Agung Trowulan di Dusun Ngelinguk, Desa Sentonorejo.

Baca juga: Kisah Pertarungan Sengit Gajah Mada Melawan Sunan Bejagung Lor di Watu Gajah Tuban

Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa disaksikan Raja Majapahit saat itu, Tribuana Tungga Dewi dan para pembesar dan pejabat kerajaan di petilasan yang jadi Pendopo Agung Trowulan.

Pendopo Agung Trowulan ini dibangun oleh Kodam V Brawijaya melalui Yayasan Bina Mojopahit pada 1964 hingga 1973. Bangunan Pendopo Agung Trowulan berbentuk joglo yang tiang utama atau soko gurunya beralaskan batu umpak peninggalan Kerajaan Majapahit.

Di bagian belakang bangunan Pendopo Agung Trowulan terdapat dinding dengan relief mengisahkan sejarah Kerajaan Majapahit. Salah satu relief mengisahkan penobatan Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit pada tanggal 15, bulan Kartika, tahun 1215 saka atau sekitar 10 November 1293.

Pendopo Agung Trowulan, Saksi Bisu Sumpah Palapa Gajah Mada yang Menggetarkan


Sedangkan di bagian belakang Pendopo Agung Trowulan terdapat bangunan joglo yang diyakini dulunya menjadi tempat Raja Brawijaya bersemedi untuk mendapatkan petunjuk membuka pemukiman di hutan tarik, yang jadi awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Malapetaka Asal Usul Trowulan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit

Pendopo Agung Trowulan ini berdiri di atas situs yang diyakini merupakan lokasi pembacaan Sumpah Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada.

“Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, ring Sunda, ring Palembang, ring Tumasik, samana isun amukti palapa.”

Peninggalan Kerajaan Majapahit lainnya yang saat ini ada di Pendopo Agung Trowulan yakni patok batu. Konon patok batu segi enam yang menancap dengan kemiringan sekitar 60 derajat itu diyakini merupakan tempat untuk mengikat gajah yang dinaiki Gajah Mada dengan tali agar tidak berkeliaran.

Mohamad Yamin dalam bukunya "Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara" menjelaskan bahwa sumpah Gajah Mada itu bernama Sumpah Palapa. Dalam sumpah Amukti Palapa itu, Gajah Mada berpantang bersenang-senang memikirkan diri sendiri dan akan berpuasa selama cita-cita negara belum sampai.

Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih menggantikan Mpu Nala. Saat momen inilah, Sang Patih mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal.

Sumpah Palapa itu diucapkan di muka para menteri dan di tengah-tengah paseban. Arti sumpah itu yakni, "Saya baru akan berhenti berpuasa makan buah Palapa jikalau seluruh Nusantara takluk di bawah kekuasaan negara (Majapahit)," (Yamin; 1977;51).

Supah yang diucapkan Gajah Mada setelah resmi menjabat Amangkubumi itu mampu membungkam kecongkakan para pembesar kerajaan Majapahit yang awalnya mencemooh dan menertawakannya.

Pendopo Agung Trowulan, Saksi Bisu Sumpah Palapa Gajah Mada yang Menggetarkan


Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa berdasarkan pengkajian mendalam agar Kerajaan Majapahit menguasai 10 wilayah penting di bawah panji Nusantara.

Sepulu daerah tersebut yakni Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik.

Wilayah Gurun yang dimaksud adalah Pulau Lombok sekitarnya. Seram adalah kerajaan di wilayah kepala Burung, Papua, sedangkan Tanjung Pura wilayah Kalimantan.

Haru masuk wilayah Pantai Timur Sumatera, Pahang masuk wilayah semanjung Melayu yang kini masuk Malaysia. Dompu masuk Sumbawa, dan Sunda di Jabar, Palembang di Sumsel dan Tumasik kini masuk Singapura.



Semua wilayah itu menurut obsesi Gajah Mada harus tunduk dan dibawah panji kekuasaan Majapahit. Gajah Mada tidak asal bidik 10 wilayah tadi yang harus masuk dalam kekuasaan Majapahit. Sebab, ke 10 wilayah itu dulunya bekas kerajaan besar yang mempunyai sejarah lebih tua dari Kerajaan Majapahit.

Pada zaman Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk, Majapahit sekali lagi menyerang dan menundukkan Pulau Dewata. Berturut-turut Dompu, Sumbawa juga ditaklukkan tentara Majapahit.

Berangsur-angsur, Gajah Mada berhasil memimpikan ambisinya menyatukan Nusantara di bawah panji Majapahit, dalam menuntaskan misinya itu, Gajah Mada membutuhkan waktu 21 tahun.

Ambisi Gajah Mada menyatukan kerajaan nusantara tidak lah mudah, karena sejumlah kerajaan menolak untuk tunduk dan mengakui kekuasaan Majapahit. Sehingga harus melewati pertempuran sengit. Seperti saat menyerang dan bertempur dengan pasukan Kerajaan Samudra Pasai dan Kerajaan Bali Aga.

Sumber: Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara (Mohammad Yamin), disparpora.mojokertokab, travelingyuk, dan berbagai sumber diolah.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Mayjen yang Bertugas...
Mayjen yang Bertugas di Mabes TNI AD, Gajah Mada Termasuk dalam Daftar
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved