Mengenal Mula-Malurung, Prasasti Tertua Ketiga Warisan Kerajaan Singasari
Rabu, 23 April 2025 - 06:40 WIB
loading...
Replika Prasasti Mula Malurung Koleksi Museum Daerah Kabupaten Lumajang. FOTO/YouTube
A
A
A
PRASASTI Mula-Malurung menggambarkan sumber sejarah primer perjalanan Kerajaan Singasari . Konon prasasti ini merupakan tertua ketiga yang diwariskan dan ditemukan dari Singasari. Prasasti ini berangka tahun 1255 dan saat ini tersimpan di Museum Negara di Jakarta.
Prasasti ini memuat uraian tentang Raja-Raja Singasari dari pendirinya yang wafat bernama Bhatara Siwa atau identik dengan Ken Arok, hingga Kertanagara. Nama garbhopati maupun nama abhiseka Raja Kertanagara, disebut secara lengkap, yakni Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Nama Uttunggadewa, nama abhiseka-nya Kertanagara.
Hingga kini yang teridentifikasi hanya Serat Pararaton yang ditulis antara tahun 1478 dan 1486, serta Nagarakretagama yang bertarikh 1365, yang menjadi sumber utama tentang sejarah Kerajaan Singasari, di samping beberapa piagam yang dikeluarkan oleh Raja Kertanagara dan beberapa lagi dari zaman Majapahit.
Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menuturkan, Prasasti Mula-Malurung merupakan sumber sejarah ketiga yang paling tua dan paling dapat dipercaya karena prasasti itu ditulis pada tahun 1255 atau pada zaman Singasari itu sendiri dalam bentuk uraian yang agak terperinci.
Prasasti ini memuat uraian tentang Raja-Raja Singasari dari pendirinya yang wafat bernama Bhatara Siwa atau identik dengan Ken Arok, hingga Kertanagara. Nama garbhopati maupun nama abhiseka Raja Kertanagara, disebut secara lengkap, yakni Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Nama Uttunggadewa, nama abhiseka-nya Kertanagara.
Hingga kini yang teridentifikasi hanya Serat Pararaton yang ditulis antara tahun 1478 dan 1486, serta Nagarakretagama yang bertarikh 1365, yang menjadi sumber utama tentang sejarah Kerajaan Singasari, di samping beberapa piagam yang dikeluarkan oleh Raja Kertanagara dan beberapa lagi dari zaman Majapahit.
Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menuturkan, Prasasti Mula-Malurung merupakan sumber sejarah ketiga yang paling tua dan paling dapat dipercaya karena prasasti itu ditulis pada tahun 1255 atau pada zaman Singasari itu sendiri dalam bentuk uraian yang agak terperinci.
Lihat Juga :