Geger Video Viral Anggota TNI Bunuh Warga Papua, Ternyata Begini Faktanya

Minggu, 20 Februari 2022 - 08:27 WIB
loading...
Geger Video Viral Anggota...
Serda JYK melapor Polres Jayapura atas tindakan penganiayaan terhadap orangtuanya dan tindak penyebaran berita hoax oleh NW.Foto/Penrem 172/PWY
A A A
JAYAPURA - Sebuah video viral menampilkan anggota TNI dituduh dan dipaksa telah membunuh orang asli Papua (OAP). TNI bernama Serda JYK berdinas di Yonif 756/WMS tersebut oleh warga sipil dipaksa meminta maaf atas perbuatannya.

Namun Serda JYK menolak minta maaf karena memang tidak melakukan pembunuhan dan menghilangkan OAP. Dia hanya meminta maaf terkait ejadian kendaraan berlalulintas di lokasi Sentani Jayapura.

Baca juga: 2 Oknum Tentara Ribut di Kelab Malam Sorong, Panglima TNI Instruksikan Operasi Gaktib

Atas beredarnya video tersebut, Serda JYK dimintai keterangan Korem 172/PWY. Menurut Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Korem 172/PWY Letkol Kav Kristiyanto, S.Sos, pihaknya telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

"Dari keterangan Serda JYK bahwa dirinya tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh oknum warga sipil, dan sebatas hanya meminta maaf tentang permasalahan berlalu lintas," jelas Kasiintel. "Oleh karenanya kemudian akan melakukan upaya-upaya proses hukum terkait beredarnya video viral JYK di media sosial," tambahnya.

Diketahui Serda JYK telah melaporkan kepada pihak kepolisian terkait OTK yang menyebarkan video hoax tersebut dan juga atas aksi kekerasan yang dilakukan oleh OTK kepada JYK bersama dengan kedua orang tuanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved