Pangkoarmada RI Ungkap Kronologi 3 Oknum TNI AL Terlibat Kasus Penembakan di Rest Area Tol Tangerang
Senin, 06 Januari 2025 - 12:34 WIB
loading...
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menyebut 3 anggota TNI AL terlibat kasus penembakan di Rest Area KM 45 Tol Merak-Tangerang. Foto/SindoNews/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Tiga oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) diduga terlibat kasus penembakan di Rest Area KM 45 Tol Merak-Tangerang, Banten. Dalam peristiwa itu, bos rental mobil tewas tertembak dan rekannya terluka.
Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya Denih Hendrata menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Markas Komando Armada RI, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Baca juga: Oknum TNI AL Diamankan terkait Kasus Penembakan di Tol Tangerang-Merak, Panglima TNI Jamin Tindak Tegas
Kronologi singkat kejadian tersebut, kata dia, berpangkal dari permasalahan pokok yaitu adanya pembelian mobil.
"Bahwa 3 anggota yang pada saat itu berada di pangkalan pondok Dayu yaitu Sertu AA, Serut RH dan KLK (Kelasi Kepala) BA di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di rest Area Km 45 tol Merak-Tangerang," kata Denih.
Insiden berdarah ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu dilaporkan luka-luka. Dia mengakui bahwa dari ketiga anggota yang terlibat salah satunya yang melakukan penembakan.
Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya Denih Hendrata menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Markas Komando Armada RI, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Baca juga: Oknum TNI AL Diamankan terkait Kasus Penembakan di Tol Tangerang-Merak, Panglima TNI Jamin Tindak Tegas
Kronologi singkat kejadian tersebut, kata dia, berpangkal dari permasalahan pokok yaitu adanya pembelian mobil.
"Bahwa 3 anggota yang pada saat itu berada di pangkalan pondok Dayu yaitu Sertu AA, Serut RH dan KLK (Kelasi Kepala) BA di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di rest Area Km 45 tol Merak-Tangerang," kata Denih.
Insiden berdarah ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu dilaporkan luka-luka. Dia mengakui bahwa dari ketiga anggota yang terlibat salah satunya yang melakukan penembakan.
Lihat Juga :