Indonesia Dorong Forum G20 Restrukturisasi Utang Negara-negara Miskin
Selasa, 15 Februari 2022 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut Wempi, forum G20 juga akan membahas bagaimana upaya penanganan pandemi global sebagai fokus dan pemerataan vaksinasi global. Bagaimana forum G20 ini berperan untuk negara-negara miskin dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah, penting untuk dibahas. Baca juga: Kawasan Senayan Kecipratan Berkah G20, Intip Spotnya di Mana Saja
"Tema yang diusung adalah 'Recover Together, Recover Stronger' ini akan membahas strategi baik jangka pendek maupun panjang. Jadi recover together tadi adalah suatu strategi dalam jangka menengah, sedangkan recover stronger adalah strategi jangka menengah dan panjang. Exit strategi ini adalah koordinasi kebijakan ekonomi jangka pendek," jelas Wempi.
Isu lain adalah sustainale finance atau keuangan berkelanjutan. Fokusnya untuk transisi menuju ekonomi hijau agar bisa lebih adil dan terjangkau buat negara berkembang, mereka membutuhkan suatu transisi suatu framework menuju transisi ekonomi hijau dan bagaimana mengakses pasar terhadap investasi yang mengarah ke green ekonomi. "Forum ini juga akan membahas inklusi keuangan atau bagaimana mengaktifkannya dalam membantu pembiayaan dari UMKM di era digital," pungkasnya.
Menurut Wempy, forum G20 bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mendorong sektor perdagangan, industri dan investasi melalui berbagai forum pertemuan yang akan digelar. Sebab, G20 merupakan pasar yang besar karena menguasai 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80 persen investasi global, dan 75 persen perdagangan global.
"Transformasi digital terutama soal sistem pembayaran, dimana pada pada forum ini, Indonesia akan mengenalkan suatu sistem pembayaran dalam era digital yang akan dapat di gunakan di negara-negara anggota G20. Ini terkait dengan cross border payment, transaksi perdagangan antarnegara, dan bagaimana kita mengenalkan digital currency dari mata uang bank sentral," ujar Wempi.
"Tema yang diusung adalah 'Recover Together, Recover Stronger' ini akan membahas strategi baik jangka pendek maupun panjang. Jadi recover together tadi adalah suatu strategi dalam jangka menengah, sedangkan recover stronger adalah strategi jangka menengah dan panjang. Exit strategi ini adalah koordinasi kebijakan ekonomi jangka pendek," jelas Wempi.
Isu lain adalah sustainale finance atau keuangan berkelanjutan. Fokusnya untuk transisi menuju ekonomi hijau agar bisa lebih adil dan terjangkau buat negara berkembang, mereka membutuhkan suatu transisi suatu framework menuju transisi ekonomi hijau dan bagaimana mengakses pasar terhadap investasi yang mengarah ke green ekonomi. "Forum ini juga akan membahas inklusi keuangan atau bagaimana mengaktifkannya dalam membantu pembiayaan dari UMKM di era digital," pungkasnya.
Menurut Wempy, forum G20 bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mendorong sektor perdagangan, industri dan investasi melalui berbagai forum pertemuan yang akan digelar. Sebab, G20 merupakan pasar yang besar karena menguasai 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80 persen investasi global, dan 75 persen perdagangan global.
"Transformasi digital terutama soal sistem pembayaran, dimana pada pada forum ini, Indonesia akan mengenalkan suatu sistem pembayaran dalam era digital yang akan dapat di gunakan di negara-negara anggota G20. Ini terkait dengan cross border payment, transaksi perdagangan antarnegara, dan bagaimana kita mengenalkan digital currency dari mata uang bank sentral," ujar Wempi.
(don)
Lihat Juga :