Jadi Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terus Naik
Senin, 14 Februari 2022 - 18:56 WIB
loading...
Kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung naik di Cimahi.Foto/ilustrasi
A
A
A
CIMAHI - Kasus kekerasan anak dan perempuan di Kota Cimahi pada tahun lalu mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Persoalan ekonomi kebanyakan menjadi faktor penyebab paling banyak dari kasus kekerasan dimasa pandemi COVID-19.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Cimahi, tahun 2020 ada 8 anak yang menjadi korban kekerasan dan 8 kasus pada perempuan.
Baca juga: Penganiayaan Brutal, Pelajar di Bandung Barat Meregang Nyawa Ditusuk Belati
"Jumlah itu naik di tahun 2021, dimana ada 13 kasus kekerasan kepada anak dan 14 kasus pada perempuan," sebut Sekretaris DP2KBP3A Kota Cimahi, Fitriani Manan, Senin (14/2/2022).
Menurutnya, ada berbagai jenis kekerasan yang dialami para korban baik anak dan perempuan. Di antaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, penelantaran, kekerasan fisik dan psikis, traficking dan lain-lain.
Kendati begitu, lanjut dia, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terdata saat ini hanyalah fenomena puncak dari gunung es. Sebab, masih banyak kasus yang belum terungkap lantaran korban lebih memilih bungkam.
"Mungkin kalau di lapangan bisa lebih banyak lagi jumlahnya, karena bisa saja ada yang tidak dilaporkan ke kami," imbuhnya.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Cimahi, tahun 2020 ada 8 anak yang menjadi korban kekerasan dan 8 kasus pada perempuan.
Baca juga: Penganiayaan Brutal, Pelajar di Bandung Barat Meregang Nyawa Ditusuk Belati
"Jumlah itu naik di tahun 2021, dimana ada 13 kasus kekerasan kepada anak dan 14 kasus pada perempuan," sebut Sekretaris DP2KBP3A Kota Cimahi, Fitriani Manan, Senin (14/2/2022).
Menurutnya, ada berbagai jenis kekerasan yang dialami para korban baik anak dan perempuan. Di antaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, penelantaran, kekerasan fisik dan psikis, traficking dan lain-lain.
Kendati begitu, lanjut dia, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terdata saat ini hanyalah fenomena puncak dari gunung es. Sebab, masih banyak kasus yang belum terungkap lantaran korban lebih memilih bungkam.
"Mungkin kalau di lapangan bisa lebih banyak lagi jumlahnya, karena bisa saja ada yang tidak dilaporkan ke kami," imbuhnya.
Lihat Juga :