Kisah Supriyadi, Shodanco Pentolan PETA Berani Berenang di Pantai Selatan dengan Celana Hijau

Senin, 14 Februari 2022 - 10:00 WIB
loading...
Kisah Supriyadi, Shodanco...
Shodanco Supriyadi pentolan PETA kerap melakukan sesuatu yang kontroversial. Ia berani berenang di laut selatan yang terkenal berbahaya dengan celana hijau. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
BLITAR - Shodanco Supriyadi jauh sebelum memimpin pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) pada Blitar, Jawa Timur 14 Februari 1945, sudah lama tidak mempercayai Jepang.

Sejak mengikuti pelatihan Beppan di Tangerang dan berlanjut pelatihan calon perwira PETA di Bogor (1944), Supriyadi sudah memperlihatkan ketidakpercayaanya kepada Jepang.

Baca juga: Memilukan, Anak-anak Pejuang Kemerdekaan Ini Puluhan Tahun Tinggal di Bunker Belanda

Zulkifli Lubis, teman dekat sekaligus rekan seangkatan Supriyadi yang kelak dianugerahi gelar Bapak Intelijen Indonesia menangkap isyarat ketidaksukaan itu.

“Ketika kami berada di Bogor, ia (Supriyadi) sering mengatakan kita tidak dapat mempercayai Jepang,” kata Zulkifli Lubis seperti yang ditulis David Jenkins dalam buku “Soeharto di Bawah Militer Jepang”.

Supriyadi satu angkatan dengan Zulkifli Lubis, Daan Mogot, Kemal Idris, dan Sudirman yang kelak menjadi Panglima Besar TNI. Soeharto yang bekas tentara KNIL juga ikut dalam pelatihan angkatan kedua itu.

Pada pelatihan angkatan pertama yang berlangsung dua bulan (1943) ia sudah pernah ikut. Namun Soeharto yang kelak menjadi Presiden RI ke-2 kembali ikut.

Selama empat bulan di Bogor, Jepang menggembleng para calon perwira PETA dengan keras. Jepang menonjolkan tiga karakter utama, yakni ketangguhan, semangat juang, dan ketrampilan taktik dalam kesatuan kecil infanteri.

Baca juga: Jalan Berliku Kembalinya Keris Kiai Nogo Siluman Milik Pangeran Diponegoro ke Indonesia

Perwira Jepang Letnan Satu Tsuchiya Kiso di akhir latihan membuat peringkat kemampuan peserta didiknya. Supriyadi bukan lulusan terbaik. Begitu juga dengan Soeharto maupun Sudirman.

Lulusan terbaik disandang Zulfikli Lubis yang sejak pelatihan di Tangerang sudah memperlihatkan kecakapannya.

“Dengan mudah Lubis (Zulkifli Lubis) meraih nomor satu dan nomor dua adalah Daan Mogot. Mereka berada di peringkat atas berkat kemampuanya. Mereka ini hampir seperti perwira Jepang,” demikian yang tertulis dalam “Soeharto di Bawah Militer Jepang”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
Rekomendasi
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Berita Terkini
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved