Eksekusi Lahan Tol di Serdang Bedagai Ricuh, Emak-emak Menangis dan Pingsan Tolak Tanahnya Dihargai Murah
Kamis, 10 Februari 2022 - 14:58 WIB
loading...
Eksekusi lahan jalan tol Tebing Tinggi-Indrapura, di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berlangsung ricuh, Kamis (10/2/2022) siang. Foto/iNews TV/Abdullah Sani Hasibuan
A
A
A
SERDANG BEDAGAI - Tangis warga tak terbendung lagi, usai mendengar penjelasan dari panitia pembebasan lahan untuk jalan tol Tebing Tinggi-Indrapura, di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Warga melakukan protes, menolak tanahnya dihargai terlalu murah.
Baca juga: Demo Pro Kontra Tambang Emas, Dua Kelompok Massa Nyaris Baku Hantam
Aksi protes yang diikuti oleh para ibu rumah tangga ini, dilakukan di lokasi pembangunan jalan tol. Bahkan, banyak di antara ibu-ibu tersebut akhirnya jatuh pingsan, karena tak kuat menahan kepedihan.
Kericuhan terjadi saat berita acara putusan eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sei Rampah dibacakan, di Dusun 2 Desa Penggalangan, Kabupaten Serdang Bedagai. Para ibu rumah tangga itu, menangis meminta kepada Presiden Jokowi, untuk meninjau kembali harga tanah yang diterima warga, karena tak sesuai dengan harga pasaran.
Baca juga: Gadis Tomohon Mabuk Miras Bersama Pacar, Lalu Diperkosa Calon Mertua
Bahkan, puluhan warga terlihat mencoba menghalangi alat berat yang sedang mengosongkan lahan sebanyak delapan persil atau seluas empat hektare. Upaya warga itu dihalau oleh anggota Polres Tebing Tinggi, dan meminta warga segera meninggalkan lahan tersebut.
Baca juga: Demo Pro Kontra Tambang Emas, Dua Kelompok Massa Nyaris Baku Hantam
Aksi protes yang diikuti oleh para ibu rumah tangga ini, dilakukan di lokasi pembangunan jalan tol. Bahkan, banyak di antara ibu-ibu tersebut akhirnya jatuh pingsan, karena tak kuat menahan kepedihan.
Kericuhan terjadi saat berita acara putusan eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sei Rampah dibacakan, di Dusun 2 Desa Penggalangan, Kabupaten Serdang Bedagai. Para ibu rumah tangga itu, menangis meminta kepada Presiden Jokowi, untuk meninjau kembali harga tanah yang diterima warga, karena tak sesuai dengan harga pasaran.
Baca juga: Gadis Tomohon Mabuk Miras Bersama Pacar, Lalu Diperkosa Calon Mertua
Bahkan, puluhan warga terlihat mencoba menghalangi alat berat yang sedang mengosongkan lahan sebanyak delapan persil atau seluas empat hektare. Upaya warga itu dihalau oleh anggota Polres Tebing Tinggi, dan meminta warga segera meninggalkan lahan tersebut.
Lihat Juga :