Heboh Orang Tua Murid SD di Lebak Bawa Meja dan Kursi dari Rumah ke Sekolah untuk KBM Anaknya
Senin, 28 April 2025 - 14:41 WIB
loading...
Orang tua murid SD berinisial AFY Cristy Nauly memanggul kursi dan meja dari rumah ke SDN 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Foto/Ist
A
A
A
LEBAK - Arta Grave Monica (35) orang tua murid dari AFY Cristy Nauly (11) pelajar SDN 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten terpaksa harus membawa meja dari rumah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) anaknya.
Hal itu dilakukan lantaran meja yang ditempati oleh AFY mengalami kerusakan sehingga pihak sekolah meminta ganti rugi.
Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua di Indramayu Berebut Bangku untuk Anaknya
Meja yang dibeli oleh orang tua AFY sebesar Rp400 ribu lalu dipikul dari rumah ke sekolah dengan jarak sekitar 200 meter, Senin (28/4/2025). Di situ, dia juga sempat meninggalkan catatan dalam meja yang bertuliskan “Meja ini dapat dibeli oleh orang tua karena disuruh mengganti meja yang rusak”.
“Saya bawa kursi dan meja ke Sekolah karena disuruh mengganti oleh Kepala Sekolah,” kata Arta sambil menangis saat diwawancara wartawan di ruang kelas anaknya, Senin (28/4/2025).
Arta menceritakan, awalnya dia tidak mengetahui kursi dan meja rusak yang di upload ke dalam grup whatsapp (WA) oleh Kepsek, tempat duduk anaknya.
Hal itu dilakukan lantaran meja yang ditempati oleh AFY mengalami kerusakan sehingga pihak sekolah meminta ganti rugi.
Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua di Indramayu Berebut Bangku untuk Anaknya
Meja yang dibeli oleh orang tua AFY sebesar Rp400 ribu lalu dipikul dari rumah ke sekolah dengan jarak sekitar 200 meter, Senin (28/4/2025). Di situ, dia juga sempat meninggalkan catatan dalam meja yang bertuliskan “Meja ini dapat dibeli oleh orang tua karena disuruh mengganti meja yang rusak”.
“Saya bawa kursi dan meja ke Sekolah karena disuruh mengganti oleh Kepala Sekolah,” kata Arta sambil menangis saat diwawancara wartawan di ruang kelas anaknya, Senin (28/4/2025).
Arta menceritakan, awalnya dia tidak mengetahui kursi dan meja rusak yang di upload ke dalam grup whatsapp (WA) oleh Kepsek, tempat duduk anaknya.
Lihat Juga :