Demo Pro Kontra Tambang Emas, Dua Kelompok Massa Nyaris Baku Hantam
Minggu, 16 Januari 2022 - 14:26 WIB
loading...
Baku hantam nyaris tak terelakan saat dua kelompok massa pro kontra tambang emas menggelar aksi di depan Balai Desa Anggai. iNews TV/Ismail
A
A
A
HALMAHERA SELATAN - Aksi massa menolak kehadiran perusahaan tambang emas di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) kembali memanas, Minggu (16/1/2022). Baku hantam nyaris tak terelakan saat dua kelompok massa pro kontra tambang emas menggelar aksi di depan Balai Desa Anggai.
Massa yeng menolak mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba secepatnya meyerahkan rekomendasi pencabutan izin perusahaan PT Amazing Tabara ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sesuai dengan rekomendasi pencabutan izin PT Amazing tabara yang telah diserahkan Komisi III DPRD Malut ke Gubernur.
Aksi tersebut berjalan panas, sebab beberapa kelompok warga yang diduga sebagai pendukung perusahaan mencoba melakukan aksi provokasi di lokasi demostarsi. Akibatnya dua kelompok warga yang pro maupun kontra hadirnya perusahaan tersebut terlibat adu mulut dan nyaris baku pukul.
Melihat hal itu, aparat kepolisian dari Polsek Kecamatan Obi yang mengawal aksi langsung menghalau dan melerai kedua kelompok warga yang bertikai sehingga tidak terjadi bentrokan visik.
Massa aksi meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut izin PT Amazing Tabara karena dalam izinnya mencaplok lahan perkebunan hingga Permukiman warga.
Massa yeng menolak mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba secepatnya meyerahkan rekomendasi pencabutan izin perusahaan PT Amazing Tabara ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sesuai dengan rekomendasi pencabutan izin PT Amazing tabara yang telah diserahkan Komisi III DPRD Malut ke Gubernur.
Aksi tersebut berjalan panas, sebab beberapa kelompok warga yang diduga sebagai pendukung perusahaan mencoba melakukan aksi provokasi di lokasi demostarsi. Akibatnya dua kelompok warga yang pro maupun kontra hadirnya perusahaan tersebut terlibat adu mulut dan nyaris baku pukul.
Melihat hal itu, aparat kepolisian dari Polsek Kecamatan Obi yang mengawal aksi langsung menghalau dan melerai kedua kelompok warga yang bertikai sehingga tidak terjadi bentrokan visik.
Massa aksi meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut izin PT Amazing Tabara karena dalam izinnya mencaplok lahan perkebunan hingga Permukiman warga.
Lihat Juga :