Penemuan Potongan Tangan di Sungai Arut Gegerkan Warga Pangkalan Bun
loading...
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Potongan tangan yang ditemukan seorang bocah saat mencari ikan di Sungai Arut, menggegerkan warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Potongan tangan kanan itu, ditemukan tersangkut di jala ikan, Rabu (2/2/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.
Belum diketahui potongan tangan kanan itu milik manusia atau milik orang utan. Karena kondisinya sudah mulai membusuk. Potongan tangan kanan tersebut, pertama kali ditemukan Muhammad Ifan (11) warga RT 4, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan.
Saat itu Muhammad Ifan menjala ikan dan anak udang di pinggiran Sungai Arut. Lokasi tepatnya di seberang Pelabuhan Pasar Indra Sari. Ia bersama teman sebayanya menjala ikan, kemudian mereka dikejutkan dengan adanya potongan tangan saat membuka hasil tangkapan ikan di lantai jamban.
Muhammad Ifan bersama rekannya langsung berlari ke arah warga sekitar. dan memberitahukan penemuan tersebut. Kasus penemuan potongan tangan tersebut, langsung dilaporkan ke Polres Kotawaringin Barat, untuk proses penyelidikan.
"Kita juga masih menunggu hasil dari forensik, untuk memastikan apakah itu tangan manusia, karena jarinya telihat lebih panjang," ujar Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Barat, AKP Rendra Aditya Dhani, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga
Belum diketahui potongan tangan kanan itu milik manusia atau milik orang utan. Karena kondisinya sudah mulai membusuk. Potongan tangan kanan tersebut, pertama kali ditemukan Muhammad Ifan (11) warga RT 4, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan.
Saat itu Muhammad Ifan menjala ikan dan anak udang di pinggiran Sungai Arut. Lokasi tepatnya di seberang Pelabuhan Pasar Indra Sari. Ia bersama teman sebayanya menjala ikan, kemudian mereka dikejutkan dengan adanya potongan tangan saat membuka hasil tangkapan ikan di lantai jamban.
Muhammad Ifan bersama rekannya langsung berlari ke arah warga sekitar. dan memberitahukan penemuan tersebut. Kasus penemuan potongan tangan tersebut, langsung dilaporkan ke Polres Kotawaringin Barat, untuk proses penyelidikan.
"Kita juga masih menunggu hasil dari forensik, untuk memastikan apakah itu tangan manusia, karena jarinya telihat lebih panjang," ujar Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Barat, AKP Rendra Aditya Dhani, Kamis (3/2/2022).
(eyt)