Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang

Kamis, 27 Januari 2022 - 20:02 WIB
loading...
Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang
Mantan Kapolri Jendral Pol (Purn) Hoegeng dalam suatu kesempatan. Foto Repro/MPI/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso merupakan Kapolri ke-5 RI yang terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur.

Jenderal Hoegeng sejak usia 19 tahun, mulai berkuliah di Recht Hoge School (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum di Batavia. Hoegeng tumbuh dalam situasi perang dan penjajahan.

Baca juga: Pesan Menyentuh Jenderal Hoegeng dan KS Tubun di Hari Pahlawan

Saat itu tahun 1940, perang Dunia II tengah berkecamuk di Eropa, dan situasi telah berubah. Belanda dan sekutu mulai terdesak oleh Jepang dengan kekuatan totaliternya.

Menyusul dibomnya pangkalan Amerika di Pearl Harbour pada 9 Desember 1941, koloni-koloni barat seperti Taiwan, Filipina, Birma hingga Singapura, mulai berjatuhan.

Hoegeng turut mengikuti perkembangan melalui fotum-forum diskusi mahasiswa. Ia ikut mendengarkan berita perang.

"Namun saya tidaklah begitu terganggu. Pada dasarnya saya tidak begitu tertarik atau kecanduan masalah-masalah politik," kata Hoegeng seperti ditulis Abrar Yusra dan Ramadhan KH dalam buku “Hoegeng, Polisi : Idaman dan Kenyataan”.

Baca juga: Dikagumi Megawati, Gambar Jenderal Hoegeng Dipajang di Sekolah Partai PDIP

Hoegeng Iman Santoso lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921. Sebuah kota kecil pesisir utara Jawa Tengah. Ayahnya, Soekario Kario Hatmodjo orang Tegal dan ibunya, Oemi Kalsoem orang Pemalang.

Ayah Hoegeng seorang ambtenaar (pegawai) Pemerintah Hindia Belanda yang sempat berdinas di Pemalang, lalu kembali ke Pekalongan. Di Pekalongan, ayahnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kejaksaan (Inlandsch Officer van Justitie) wilayah Karsidenan Pekalongan.

Hoegeng bersekolah HIS (Hollandsch Inlandsche School) atau setingkat SD dan MULO (setingkat SMP) di Pekalongan dan AMS di Yogyakarta. Hoegeng masuk RHS karena bermimpi bisa masuk Sekolah Komisaris Polisi di Sukabumi.

Impian yang telah dibangunnya sejak kecil. "Suatu impian sejak kecil yang samar-samar masih hidup dalam diri saya," kata Hoegeng dalam “Hoegeng, Polisi : Idaman dan Kenyataan”.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2992 seconds (11.210#12.26)