Tragis! Cari Sinyal untuk Telepon, Buruh Tanam Tewas Diterkam Buaya
Minggu, 16 Januari 2022 - 22:24 WIB
loading...
Arpa Gunawan (28) warga Desa Tanjung Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, tewas diterkam buaya saat sedang mencari sinyal di pinggir kanal. Foto/iNews TV/Era Neizma Wedya
A
A
A
OGAN KOMERING ILIR - Nasib malang menimpa Arpa Gunawan (28), buruh tanam warga Desa Tanjung Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan tersebut, tewas diterkam buaya saat sedang mencari sinyal di pinggir kanal distrik Dusun Bagan Rame, Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan, Minggu (16/1/2022).
Baca juga: Penampakan Buaya 5 Meter di Ladang Pertanian Gegerkan Warga Manggala Makassar
Kapolsek Air Sugihan, Ipda M. Indra Gunawan mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah pihaknya mendapat laporan lewat telepon dari perusahaan tempat korban bekerja, yang melaporkan bahwa ada buruh tanam diterkam buaya di kanal distrik.
"Saya bersama anggota langsung berangkat menuju lokasi kejadian, dan hingga kini bersama tim dari perusahaan masih melakukan pencarian," katanya. Dikatakan Indra, bahwa sebelum kejadian korban yang bekerja sebagai buruh tanam PT. SAM, ditemani dua rekannya yakni Riki dan Anton mencari sinyal untuk menelepon keluarganya.
Baca juga: Kasus Dugaan Suap Narkoba ke Kapolrestabes Medan Seret Anggota TNI, Kapolda Bentuk Tim Pengusutan
Selesai menelepon keluarganya, korban bersama kedua rekannya hendak pulang istirahat ke basecamp. Namun ketiganya terlebih dahulu berenang menyeberangi kanal, dan naas belum sampai ketepian, korban diterkam seekor buaya dan ditarik ke dasar kanal.
Baca juga: Penampakan Buaya 5 Meter di Ladang Pertanian Gegerkan Warga Manggala Makassar
Kapolsek Air Sugihan, Ipda M. Indra Gunawan mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah pihaknya mendapat laporan lewat telepon dari perusahaan tempat korban bekerja, yang melaporkan bahwa ada buruh tanam diterkam buaya di kanal distrik.
"Saya bersama anggota langsung berangkat menuju lokasi kejadian, dan hingga kini bersama tim dari perusahaan masih melakukan pencarian," katanya. Dikatakan Indra, bahwa sebelum kejadian korban yang bekerja sebagai buruh tanam PT. SAM, ditemani dua rekannya yakni Riki dan Anton mencari sinyal untuk menelepon keluarganya.
Baca juga: Kasus Dugaan Suap Narkoba ke Kapolrestabes Medan Seret Anggota TNI, Kapolda Bentuk Tim Pengusutan
Selesai menelepon keluarganya, korban bersama kedua rekannya hendak pulang istirahat ke basecamp. Namun ketiganya terlebih dahulu berenang menyeberangi kanal, dan naas belum sampai ketepian, korban diterkam seekor buaya dan ditarik ke dasar kanal.
Lihat Juga :