Rayakan Dies Natalis ke-39, FEB Unisma Gelar Business Online Talk
Kamis, 11 Juni 2020 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Normal baru dalam menghadapi pandemi COVID-19, menurut Diana akan mengubah tren sosial, lingkungan hingga bisnis di kalangan masyarakat. Transaksi bisnis menjadi berbeda. Konsumen yang berbelanja secara fisik berkurang, berubah menjadi porsi digital yang lebih besar. Kondisi ini, memaksa masyarakat untk mempercepat transformasi digital.
Menurutnya, normal baru juga memunculkan beragam peluang bisnis baru. Hal ini menjadi lampu kuning bagi para pebisnis baik di dunia global maupun di Indonesia, untuk berpikir kritis dalam menganalisa trend yang akan terjadi di masa yang akan datang.
"Sebagaimana dirilis Managing Director ADA (Analytic Data Advertising) Indonesia, terjadi kenaikan digital bisnis secara signifikan selama masa pandemi COVID-19. Berbagai aplikasi untuk pertemuan online diandalkan oleh pelaku bisnis, akademisi, pemerintah guna mengurangi penularan COVID-19. Hal ini berimbas pada meningkatnya industri logistik, jasa kesehatan, jasa pengiriman maupun jasa komunikasi berbasis digital," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil survei terhadap 502 pemilik usaha kecil di Amerika Serikat (AS) seperti dirilis Nevada Business The Decision Maker Magazine (28 Mei 2020) menunjukkan teknologi digital mampu memberdayakan bisnis UKM di masa pandemi COVID-19.
"Selama krisis COVID-19 sebanyak 76% small business lebih mengandalkan teknologi digital daripada sebelum masa pandemi. Platform yang sering digunakan seperti Instagram, YouTube, Google Ads dan analytics, pasar online Amazon, Shopify, dan eBay," imbuhnya.
(Baca juga: Ini Saran Dokter Cantik Reisa untuk Penggunaan Masker Kain )
Menurutnya, normal baru juga memunculkan beragam peluang bisnis baru. Hal ini menjadi lampu kuning bagi para pebisnis baik di dunia global maupun di Indonesia, untuk berpikir kritis dalam menganalisa trend yang akan terjadi di masa yang akan datang.
"Sebagaimana dirilis Managing Director ADA (Analytic Data Advertising) Indonesia, terjadi kenaikan digital bisnis secara signifikan selama masa pandemi COVID-19. Berbagai aplikasi untuk pertemuan online diandalkan oleh pelaku bisnis, akademisi, pemerintah guna mengurangi penularan COVID-19. Hal ini berimbas pada meningkatnya industri logistik, jasa kesehatan, jasa pengiriman maupun jasa komunikasi berbasis digital," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil survei terhadap 502 pemilik usaha kecil di Amerika Serikat (AS) seperti dirilis Nevada Business The Decision Maker Magazine (28 Mei 2020) menunjukkan teknologi digital mampu memberdayakan bisnis UKM di masa pandemi COVID-19.
"Selama krisis COVID-19 sebanyak 76% small business lebih mengandalkan teknologi digital daripada sebelum masa pandemi. Platform yang sering digunakan seperti Instagram, YouTube, Google Ads dan analytics, pasar online Amazon, Shopify, dan eBay," imbuhnya.
(Baca juga: Ini Saran Dokter Cantik Reisa untuk Penggunaan Masker Kain )
Lihat Juga :