Waspada Kemunculan Klaster Baru COVID-19 di Sulsel

Kamis, 11 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Ichsan meminta warga disiplin menjalankan imbauan pemerintah. Masyarakat harus bijak menghadapi situasi di tengah pandemi ini. Menyoal soal penolakan jenazah PDP COVID-19 yang sempat terjadi, tak ditampik bisa jadi sumber penularan baru.

"Jadi betul bisa jadi klaster jenazah, karena itu bisa jadi sumber penularan. Inilah memang yamg menjadi dasar pemikiran kenapa protokol-protokol pemulasaran jenazah itu dibuat. Karwna sebenarnya adalah untuk memutuskan mata rantai penularan," kata Ichsan.

Kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait COVID-19 sudah beberapa kali terjadi. Bahkan, rumah sakit diserbu sekelompok warga, mengambil paksa jenazah yang oleh pihak keluarga menolak dilakukan pemakaman sesuai protokol COVID-19.

Diketahui, kejadian pengambilan paksa jenazah PDP pertama kali terjadi di RS Dadi Makassar pada hari Selasa (2/6) lalu. Kemudian di RS Labuang Baji, Jumat (5/6). Terakhir, di RS Stella Makassar pada Minggu (7/6) lalu. Ketiga RS tersebut diserbu sekelompok warga yang menolak jenazah dimakamkan sesuai protokol COVID-19.

"Kalau ada kontak seperti kemarin kita bisa lihat videonya, beberapa orang yang bahkan asa langsung memeluk mayat itu, saya kira itu bisa jadi klaster baru. Jadi memang kemarin ini tim gerak cepat Kota Makasar langsung lakukan tracing contact kepada mereka-mereka yang kontak langsung. Itu bisa jadi klaster tersendiri itu," pungkas dia.

Baca Juga : Kasus Baru COVID-19 di Sulsel Meningkat Tajam, Ledakannya Bisa Mengejutkan

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Luwu Timur (Lutim), Masdin melaporkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif tercatat 399 orang. Dimana 157 diantaranya dinyatakan sembuh, sementara angka kematian nol kasus.

Meski tidak menyebutkan rinciannya, dari total pasien positif di Lutim sebagian besar diantaranya dari tenaga kesehatan maupun pekerja industri di PT Vale. Dia mengaku, peningkatan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 selama ini merupakan hasil testing dan tracing contact massif yang dilakukan.

"Sampai hari ini, kami lakukan rapid tes sebanyak 29.293 yang dilakukan. Jadi dengan kami lakukan rapid tes massal ini kami lakukan screening ini untuk menentukan peta sebaran penularan," papar Masdin.

Kepala Diskominfo Lutim inipun enggan berspekulasi soal klaster penyebaran COVID-19 di wilayahnya. "Saya tidak bisa menyebutkan klaster dari mana, tenaga kesehatan atau vale, karena inikan betul-betul tidak kelihatan (riwayat penularannya)," ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendekatan ke warga untuk melakukan edukasi. Melalui para camat, lurah, hingga babinsa aktif turun ke tiap lokasi untuk meredam kejadian yang sempat terjadi, seperti penolakan rapid test

"Pihak keamanan juga sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan ada apa ini. Walaupun info-info yang beredar katanya ada provokatori. Tapi ini masih proses. Kita tunggu saja dari pemeriksaan pihak kepolisian," ucap Ismail.

Apalagi Ismail mengaku, penolakan warga melakukan rapid test justru terjadi di daerah yang bukan menjadi sasaran Pemkot Makassar. Dalam artian, di luar dari wilayah episentrum
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilkada 2024, Laksamana...
Pilkada 2024, Laksamana Muda TNI Abdul Rivai Ras Diyakini Ideal Pimpin Sulsel
Darurat Bencana di 7...
Darurat Bencana di 7 Kabupaten Sulsel, BNPB Kucurkan DSP Rp2,5 Miliar
Open House Idulfitri,...
Open House Idulfitri, Pj Gubernur Sulsel: Bupati dan Wali Kota Tetap Jaga Kekompakan
Akhiri Jabatan Gubernur...
Akhiri Jabatan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Diarak Keliling Kota Makassar
Plt Gubernur Sulsel...
Plt Gubernur Sulsel Sebut Airlangga Tunjukkan Kelas Atasi Pandemi
Perjuangan Nakes COVID-19,...
Perjuangan Nakes COVID-19, Dikhawatirkan Keluarga hingga Kehilangan Teman Dekat
Fadjry Djufry Resmi...
Fadjry Djufry Resmi Dilantik Menjadi Pj Gubernur Sulsel
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Warga Makassar Berbondong-bondong...
Warga Makassar Berbondong-bondong Bikin Paspor di Akhir Pekan
Rekomendasi
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved