Tangis Keluarga Pecah, 2 Santri yang Hanyut di Sungai Elo Ditemukan Tewas
Kamis, 06 Januari 2022 - 16:27 WIB
loading...
Jenazah santri yang hanyut di Sungai Elo saat tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Lulu Wal Marjan, Bumirejo, Mungkid, Magelang, Kamis (6/1/2022). Foto/Ist
A
A
A
MAGELANG - Tangis keluarga pecah saat dua santri Pondok Pesantren Al Lulu Wal Marjan, Bumirejo, Mungkid, Magelang, Jateng yang hanyut di Sungai Elo ditemukan dalam kondisi tewas. Meski berduka, keluarga korban bisa menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, pihak keluarga kedua santri yang meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Elo saat mengikuti pelajaran di luar kelas telah membuat surat pernyataan yang menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
Baca juga: 2 Santri Hanyut di Sungai Elo, Polres Magelang Lakukan Penyelidikan
"Dari hasil pemeriksaan oleh Unit Inafis tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada korban. Hidung korban mengeluarkan darah dikarenakan tekanan pada paru-paru di saat tenggelam. Korban meninggal dikarenakan mengalami gagal napas akibat tenggelam. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi,” kata Kapolres, Kamis (6/1/2022).
Kapolres menjelaskan, korban kedua, Muhammad Balqi Mei Dwi Meydiyansyah (12) asal Cirebon, Jawa Barat ditemukan tim SAR gabungan pukul 10.20 WIB di aliran Sungai Elo, tepatnya di daerah Giyasan, Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, pihak keluarga kedua santri yang meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Elo saat mengikuti pelajaran di luar kelas telah membuat surat pernyataan yang menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
Baca juga: 2 Santri Hanyut di Sungai Elo, Polres Magelang Lakukan Penyelidikan
"Dari hasil pemeriksaan oleh Unit Inafis tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada korban. Hidung korban mengeluarkan darah dikarenakan tekanan pada paru-paru di saat tenggelam. Korban meninggal dikarenakan mengalami gagal napas akibat tenggelam. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi,” kata Kapolres, Kamis (6/1/2022).
Kapolres menjelaskan, korban kedua, Muhammad Balqi Mei Dwi Meydiyansyah (12) asal Cirebon, Jawa Barat ditemukan tim SAR gabungan pukul 10.20 WIB di aliran Sungai Elo, tepatnya di daerah Giyasan, Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Lihat Juga :