Bayi Orangutan Temuan Dirawat Warga 4 Bulan, Kini Diserahkan ke BKSDA
Rabu, 10 Juni 2020 - 13:26 WIB
loading...
Setelah dirawat hampir 4 bulan, seekor bayi orangutan yang ditemukan terpisah dari induknya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim. Foto/Ist
A
A
A
KUTAI TIMUR - Setelah dirawat hampir 4 bulan, seekor bayi orangutan yang ditemukan terpisah dari induknya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur ( Kaltim ). Bayi orangutan itu diserahkan oleh seorang warga warga Desa Miau Baru, Kongbeng, Kutai Timur, Kaltim.
Bayi orangutan itu sebelumnya ditemukan tidak jauh dari pemukiman. Warga kemudian berinisiatif menyelamatkan orangutan tersebut hingga kemudian melaporkan ke petugas. (Baca juga: Siswa SMP Dibacok Penjaga Sekolah saat Ambil Raport)
Seorang polisi hutan, Edwin yang menerima laporan warga soal bayi orangutan langsung merespons. Dia bersama anggota polisi hutan lainnya langsung mendatangi warga untuk memastikan binatang asli Kalimantan tersebut. (Baca juga: Gerilya BIN di Surabaya, 651 Warga Diketahui Positif COVID-19 lewat Swab Test)
"Secara umum, kondisinya tampak cukup sehat, tetapi masih memerlukan observasi lebih lanjut dari tim medis satwa,” kata Edwin, Rabu (10/6/2020).
Selama dalam pemeliharaan warga, tambah Edwin, bayi orangutan tersebut diletakkan pada kandang kayu yang terletak di belakang rumah. Warga setempat memberi nama Loli. Penyerahan dilakukan pada Tanggal 2 Juni 2020 lalu dan langsung diserahkan ke lembaga konservasi orangutan di kawasan Hutan Labanan, Kabupaten Berau.
Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur mengapresiasi kesadaran warga. Sebab orangutan termasuk binatang sangat dilindungi.
“Harapan kami, bayi orangutan ini dapat tumbuh dan menjalani proses rehabilitasinya dengan baik, sebelum akhirnya akan kami lepasliarkan kembali ke habitatnya di hutan yang lebih aman," kata Kepala BKSDA Kaltim Sunandar.
Bayi orangutan itu sebelumnya ditemukan tidak jauh dari pemukiman. Warga kemudian berinisiatif menyelamatkan orangutan tersebut hingga kemudian melaporkan ke petugas. (Baca juga: Siswa SMP Dibacok Penjaga Sekolah saat Ambil Raport)
Seorang polisi hutan, Edwin yang menerima laporan warga soal bayi orangutan langsung merespons. Dia bersama anggota polisi hutan lainnya langsung mendatangi warga untuk memastikan binatang asli Kalimantan tersebut. (Baca juga: Gerilya BIN di Surabaya, 651 Warga Diketahui Positif COVID-19 lewat Swab Test)
"Secara umum, kondisinya tampak cukup sehat, tetapi masih memerlukan observasi lebih lanjut dari tim medis satwa,” kata Edwin, Rabu (10/6/2020).
Selama dalam pemeliharaan warga, tambah Edwin, bayi orangutan tersebut diletakkan pada kandang kayu yang terletak di belakang rumah. Warga setempat memberi nama Loli. Penyerahan dilakukan pada Tanggal 2 Juni 2020 lalu dan langsung diserahkan ke lembaga konservasi orangutan di kawasan Hutan Labanan, Kabupaten Berau.
Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur mengapresiasi kesadaran warga. Sebab orangutan termasuk binatang sangat dilindungi.
“Harapan kami, bayi orangutan ini dapat tumbuh dan menjalani proses rehabilitasinya dengan baik, sebelum akhirnya akan kami lepasliarkan kembali ke habitatnya di hutan yang lebih aman," kata Kepala BKSDA Kaltim Sunandar.
Lihat Juga :