Banjir Landa 11 Kecamatan, Pemkab Wajo Tetapkan Status Darurat Bencana
Senin, 08 Juni 2020 - 16:34 WIB
loading...
Warga di Wajo terpaksa beraktivitas dengan menggunakan perahu karena banjir merendam permukiman mereka, beberapa waktu lalu. Foto: iNews/Amnar Sengkang
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menaikkan status siaga bencana menjadi darurat bencana setelah banjir melanda 11 kecamatan di daerah tersebut. Status darurat bencana ini belaku selama 14 hari ke depan.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan pihaknya merasa perlu menaikkan status bencana lantaran banjir yang terjadi semakin meluas. "Kita berlakukan masa darurat bencana selama 14 hari, dimulai tanggal 7 kemarin," kata Amran, saat menggelar konferensi pers, Senin (8/6/2020).
Baca Juga: Banjir Rendam 3 Kelurahan di Wajo, Warga Sebut Belum Ada Bantuan Pemerintah
Adapun 11 kecamatan di Wajo yang terdampak banjir meliputi Tempe, Belawa, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo, Bola, Takkalalla, Sajoanging, Majauleng, Pitumpanua dan Keera. Dari 11 kecamatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat ada 11.592 kepala keluarga yang terdampak.
"Waktu banjir pertama 19 Mei lalu di delapan kecamatan itu tercatat ada enam ribuan lebih KK, dan banjir 6 Juni kemarin di Pitumpanua dan Keera itu ada lima ribuan lebih KK yang terdampak," kata Amran.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan pihaknya merasa perlu menaikkan status bencana lantaran banjir yang terjadi semakin meluas. "Kita berlakukan masa darurat bencana selama 14 hari, dimulai tanggal 7 kemarin," kata Amran, saat menggelar konferensi pers, Senin (8/6/2020).
Baca Juga: Banjir Rendam 3 Kelurahan di Wajo, Warga Sebut Belum Ada Bantuan Pemerintah
Adapun 11 kecamatan di Wajo yang terdampak banjir meliputi Tempe, Belawa, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo, Bola, Takkalalla, Sajoanging, Majauleng, Pitumpanua dan Keera. Dari 11 kecamatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat ada 11.592 kepala keluarga yang terdampak.
"Waktu banjir pertama 19 Mei lalu di delapan kecamatan itu tercatat ada enam ribuan lebih KK, dan banjir 6 Juni kemarin di Pitumpanua dan Keera itu ada lima ribuan lebih KK yang terdampak," kata Amran.
Lihat Juga :