77.000 Hektare Lahan di Hulu DAS Citarum Kritis, Perlu Penanganan Serius

Jum'at, 10 Desember 2021 - 13:20 WIB
loading...
77.000 Hektare Lahan...
Penanaman 500 pohon di Blok Panyindangan, RT 3/7, blok Panyindangan, Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (10/12/2021). Foto Arif Budianto
A A A
BANDUNG - Sekitar 77.000 hektare lahan di hulu daerah aliran sungai (DAS) Citarum termasuk Kawasan Bandung Utara (KBU) dalam kondisi kritis. Lahan gundul yang semakin luas diperlukan penanganan segera untuk menghindari terjadinya bencana alam.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Epi Kustiawan, di Jawa Barat ada 13 kota/kabupaten yang masuk dalam DAS Citarum dengan luas lahan mencapai 600.000 hektare. Luas lahan tersebut membentang dari daerah Cisanti hingga Bekasi. Melewati Bandung Raya dan Karawang. Baca juga: Jelang Musim Hujan, Pemkot Bandung Lakukan Pengerukan 48 DAS

"Kami mencatat ada 200.000 hektare lahan kritis, sekitar 77.000 ada di hulu DAS Citarum seperti kawasan Bandung utara di Cimenyan," kata Epi pada penanaman pohon di Blok Panyindangan, RT 3/7, Blok Panyindangan, Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (10/12/2021).

Menurut dia, lahan kritis itu sekitar 15.000 hektare adalah hutan kawasan dan sekitar 61.000 hektare adalah lahan hak milik. "Makanya KBU ini menjadi daerah prioritas penanganan hulu DAS Citarum , seperti reboisasi," jelas dia.

Menurut dia, jika menggunakan pola pencampuran pohon produktif dan non produktif, setidaknya membutuhkan sekitar 400 pohon per hektare. 70 persen adalah pohon holtikultura dan 30 persen pohon keras. Konsep ini akan menerima manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Rekomendasi
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved