Kawal Penanganan Bencana Erupsi Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Rela Berkantor di Lumajang
Minggu, 05 Desember 2021 - 18:25 WIB
loading...
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyambut Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat tiba di Kabupaten Lumajang, Minggu (05/12/2021). Gubernur akan berkantor di Lumajang demi kawal penanganan bencana. Foto: Istimewa
A
A
A
LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memilih berkantor di Kabupaten Lumajang guna mengawal langsung upaya penanganan bencana erupsi Gunung Semeru .
Keputusan tersebut diambil Khofifah usai melihat luasnya dampak letusan Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro yaitu di Dusun Kampung Renteng, Desa Kamar Kajang, Sumber Mujur, Sumberwuluh, Penanggal, dan Sumber Rejo.
Baca juga: Pemprov Jatim Kirim Bantuan Tenaga Medis hingga Sembako Bagi Korban Erupsi Gunung Semeru
Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo desa terdampak adalah Desa Supiturang, Sumber Urip dan Oro- Oro Ombo, dimana sejumlah rumah warga tertimbun material vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.
Selain itu, akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Lumajang ke Kecamatan Pronojiwo juga terputus akibat ambruknya jembatan Gladak Perak. "Seluruh pekerjaan saya kerjakan dari Lumajang. Beberapa agenda saya minta pak Wagub mewakili. Penanganan bencana GAP (Guguran Awan Panas) Semeru ini menjadi prioritas utama," kata Khofifah di Lumajang, Minggu (5/12/2021).
Khofifah menyebut, dengan berkantor langsung di Lumajang maka koordinasi antar stakeholder terkait upaya penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi GAP Gunung Semeru jauh lebih cepat.
Baca juga: Diterjang Letusan Gunung Semeru, Supiturang Jadi Desa Mati
Keputusan tersebut diambil Khofifah usai melihat luasnya dampak letusan Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro yaitu di Dusun Kampung Renteng, Desa Kamar Kajang, Sumber Mujur, Sumberwuluh, Penanggal, dan Sumber Rejo.
Baca juga: Pemprov Jatim Kirim Bantuan Tenaga Medis hingga Sembako Bagi Korban Erupsi Gunung Semeru
Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo desa terdampak adalah Desa Supiturang, Sumber Urip dan Oro- Oro Ombo, dimana sejumlah rumah warga tertimbun material vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.
Selain itu, akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Lumajang ke Kecamatan Pronojiwo juga terputus akibat ambruknya jembatan Gladak Perak. "Seluruh pekerjaan saya kerjakan dari Lumajang. Beberapa agenda saya minta pak Wagub mewakili. Penanganan bencana GAP (Guguran Awan Panas) Semeru ini menjadi prioritas utama," kata Khofifah di Lumajang, Minggu (5/12/2021).
Khofifah menyebut, dengan berkantor langsung di Lumajang maka koordinasi antar stakeholder terkait upaya penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi GAP Gunung Semeru jauh lebih cepat.
Baca juga: Diterjang Letusan Gunung Semeru, Supiturang Jadi Desa Mati
Lihat Juga :