Diterjang Letusan Gunung Semeru, Supiturang Jadi Desa Mati
Minggu, 05 Desember 2021 - 16:04 WIB
loading...
Hujan abu vulkanik masih terus mengguyur kawasan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, hingga Minggu (5/12/2021) siang. SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
LUMAJANG - Hujan abu vulkanik masih terus mengguyur kawasan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, hingga Minggu (5/12/2021) siang. Rumah-rumah warga tertimbun material vulkanik, bahkan banyak yang rata dengan tanah.
Kondisi jalan desa sunyi seyap. Tak banyak warga yang beraktivitas, karena sedang berada di pengungsian . Hanya beberapa warga yang nekat pulang ke rumahnya, yang nampak melintasi jalan-jalan desa penuh abu vulkanik.
Rumah-rumah roboh dan rusak. Bahkan pohon-pohon banyak yang tumbang, akibat tak kuat menahan material vulkanik yang menerjangnya. Beberapa ekor hewan ternak, seperti kambing dan ayam dibiarkan begitu saja. Nampak hewan-hewan ternak itu mengalami luka-luka akibat terkena awan panas.
Patar (40) terus bersiaga di depan rumahnya, bersama istrinya, Sunani (35), dan satu putrinya yang masih berusia lima tahun. "Kami semalam berada di pengungsian di SD Negeri 4 Supiturang. Habis ini kami kembali ke pengungsian," ujarnya.
Dia mengaku masih merasa takut dengan peristiwa terjangan material vulkanik letusan Gunung Semeru, pada Sabtu (4/12/2021) sore. Semburan abu vulkanik yang turun bersama hujan, membuatnya trauma.
Kondisi jalan desa sunyi seyap. Tak banyak warga yang beraktivitas, karena sedang berada di pengungsian . Hanya beberapa warga yang nekat pulang ke rumahnya, yang nampak melintasi jalan-jalan desa penuh abu vulkanik.
Rumah-rumah roboh dan rusak. Bahkan pohon-pohon banyak yang tumbang, akibat tak kuat menahan material vulkanik yang menerjangnya. Beberapa ekor hewan ternak, seperti kambing dan ayam dibiarkan begitu saja. Nampak hewan-hewan ternak itu mengalami luka-luka akibat terkena awan panas.
Patar (40) terus bersiaga di depan rumahnya, bersama istrinya, Sunani (35), dan satu putrinya yang masih berusia lima tahun. "Kami semalam berada di pengungsian di SD Negeri 4 Supiturang. Habis ini kami kembali ke pengungsian," ujarnya.
Dia mengaku masih merasa takut dengan peristiwa terjangan material vulkanik letusan Gunung Semeru, pada Sabtu (4/12/2021) sore. Semburan abu vulkanik yang turun bersama hujan, membuatnya trauma.
Lihat Juga :