Bawaslu Maros Dorong Alumni SKPP Bentuk Komunitas Pemantau Pemilu

Kamis, 02 Desember 2021 - 17:50 WIB
loading...
Bawaslu Maros Dorong Alumni SKPP Bentuk Komunitas Pemantau Pemilu
Pertemuan silaturahmi antara alumni SKPP dengan pihak Bawaslu Kabupaten Maros, Kamis (2/12). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A A A
MAROS - Bawaslu Kabupaten Maros mendorong alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) agar membentuk komunitas independen pemantau pemilu. Komunitas itu dapat menjadi ruang fasilitasi ide dan gagasan di ruang publik.

Anggota Bawaslu Kabupaten Maros, Muhammad Gazali Hadis mengatakan, perspektif yang ditanamkan kepada peserta SKPP bahwa anak muda harus eksis di ruang publik. Peduli terhadap isu-isu demokrasi, terutama isu kepemiluan. Lebih jauh dari itu, mempunyai kontribusi nyata dengan ikut merawat demokrasi.

Baca juga: Bawaslu Maros Raih Penghargaan Quick Response Pelaporan Kinerja Tahun 2021

"Harapan mencetak alumni SKPP adalah menjadi lokomotif bagi gerakan pengawas partisipatif di Indonesia. Sehingga diharapkan semangat volunteer yang dibangun dalam forum-forum pembelajaran SKPP tetap terjaga meskipun masa pembelajaran selesai," ujarnya saat pertemuan silaturahmi dengan alumni SKPP di ruang Media Center Bawaslu Maros , Kamis (2/12).

Dia mengatakan, implementasinya bisa ditempuh dengan banyak saluran. Salah satunya dengan menjadi pemantau pemilu atau mendirikan komunitas independen yang peduli dalam pengawasan pemilu partisipatif.

Baca juga: Bawaslu Maros Temukan 164 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat Dalam DPB

"Tujuannya, agar gerakan anak muda yang telah dididik di SKPP lebih terarah, sistematis,dan memberi corak baru bagi wajah demokrasi di Indonesia," terangnya.

Lebih lanjut, Gazali menjelaskan, SKPP merupakan model pendidikan kreatif untuk generasi muda. Pola pendidikan substansial dan mudah dicerna oleh peserta yang rata-rata berusia muda. Diformat dalam bentuk pendidikan orang dewasa, SKPP merupakan wujud pembangunan literasi politik yang menganjurkan anak muda mencintai negara melalui pengawasan pemilu, membangun nasionalisme dengan cara-cara yang kekinian dan inovatif.

Baca juga: Tak Terbukti Melanggar, DKPP Rehabilitasi Nama Baik Kasek Bawaslu Maros

"Dalam konteks politik demokrasi, generasi muda sebenarnya merupakan aset yang luar biasa, akan tetapi secara empiris saat ini generasi muda sering kali lebih memilih untuk abai terhadap isu-isu perpolitikan termasuk isu yang berkaitan dengan kepemiluan. Padahal seluruh aspek kehidupan yang melingkupi hidup mereka dari segala aspek merupakan produk dari keputusan politik," ungkapnya.

“Untuk itulah, kami sangat membutuhkan keterlibatan para Alumni SKPP untuk mengisi pos-pos strategis saat tahapan pemilu sudah dimulai. Namun yang terpenting saat ini adalah, bagaimana ide dan gagasan para alumni SKPP dapat terfasilitasi dengan baik.” tutup Gazali Hadis.
(luq)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2230 seconds (10.55#12.26)