Preman Viral karena Aniaya Ojek Daring Akhirnya Ditangkap

Rabu, 01 Desember 2021 - 23:30 WIB
loading...
Preman Viral karena Aniaya Ojek Daring Akhirnya Ditangkap
Video seorang preman tengah menganiaya ojek daring viral, akhirnya pelaku ditangkap polisi. Foto: Istimewa
A A A
MEDAN - Seorang preman yang viral di media sosial karena menganiaya pengemudi ojek daring , akhirnya ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Medan Barat. Pelaku ternyata terlibat dalam beberapa kasus pidana.

Video preman yang diketahui bernama Leo Gunawan Munte viral saat menganiaya ojek daring di seputaran Lapangan Merdeka, Kota Medan .

Baca juga: Sok Jagoan Tempelkan Alat Kelamin di Alquran, Pemuda Deli Serdang Diringkus Polisi

Pelaku menganiaya korban karena kesal melihat korban parkir di lokasi kejadian yang disebut pelaku merupakan daerah kekuasaannya.

Berkat video yang tersebar di media sosial ini, polisi pun kemudian bergerak menangkap pelaku, tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun setelah pelaku ditangkap, korban ternyata enggan melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya dan bersedia berdamai dengan pelaku, sehingga pelaku pun tidak dapat ditahan untuk kasus penganiayaan ini.

Baca juga: Rumah Wakil Ketua DPRD Riau Digeruduk Preman, Polisi Amankan 7 Orang

Akan tetapi, menurut keterangan Kapolsek Medan Barat, Kompol Ruzi Gusman, pihaknya belum membebaskan pelaku. “Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, pelaku ternyata diduga terlibat dalam beberapa kasus tindak pidana pencurian,” katanya.

Oleh sebab itu kata Kapolsek, polisi masih terus menggali keterangan pelaku, termasuk menggali keterangan korban yang sebelumnya menjadi korban kejahatan pelaku.

Baca juga: Heboh Kasus Penculikan Anak di Manado, Polisi Sebut Masih Didalami

Jika nanti terbukti melakukan tindak pidana pencurian preman yang viral karena menganiaya pengemudi ojek daring inipun kini terancam akan dipenjara selama 7 tahun. “Dia akan dijerat dengan Pasal 363 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) tentang pencurian,” tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2709 seconds (11.97#12.26)