Pesta Maroburobu, Ungkapan Syukur dan Pererat Persaudaraan di Simalungun
Senin, 08 Juni 2020 - 05:32 WIB
loading...
Bupati Simalungun JR Saragih mengikuti pesta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen bersama masyarakat Kecamatan Pematang Silimakuta.Foto/Sindonews.com/Ist
A
A
A
SIMALUNGUN - Masyarakat Kabupaten Simalungun memiliki banyak tradisi yang terus dilestarikan sebagai warisan budaya.
Salah satu tradisi yang masih terus melekat dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Siboras, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kabupaten Simalungun adalah Pesta Maroburobu yang biasanya digelar minggu kedua Agustus setiap tahunnya. (Baca juga : Bus Sibualbuali, Perusahaan Bus yang Beroperasi di Sumut Jauh Sebelum Indonesia Merdeka )
Di Pesta Maroburobu yang digelat selama dua hari (Sabtu-Minggu), masyarakat desa dan seluruh keluarga serta undangan biasanya pejabat pemerintahan seperti Bupati Simalungun atau yang mewakilinya akan makan bersama dan menikmati hiburan musik.
Pesta Maroburobu merupakan tradisi atau pesta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan panen baik padi maupun hasil pertanian lainnya.
Salah seorang tokoh masyarakat yang juga tokoh petani di kecamatan Pematang Silimakuta, Darwis Sipayung mengungkapkan, Pesta Maroburobu merupakan kegiatan rutin masyarakat yang biasa dilaksanakan satu kali dalam satu tahun seusai panen padi atau panen hasil pertanian.
"Sebagai ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas hasil panen,seperti di desa Siboras,Pesta Maroburibu digelar dengan mengundang Bupati Simalungun atau pejabat pemerintahan," ujar Darwis.
Bupati Simalungun atau pejabat pemerintahan diundang bukan hanya sebagai tamu kehormatan,namun juga untuk menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan pertanian.
Salah satu tradisi yang masih terus melekat dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Siboras, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kabupaten Simalungun adalah Pesta Maroburobu yang biasanya digelar minggu kedua Agustus setiap tahunnya. (Baca juga : Bus Sibualbuali, Perusahaan Bus yang Beroperasi di Sumut Jauh Sebelum Indonesia Merdeka )
Di Pesta Maroburobu yang digelat selama dua hari (Sabtu-Minggu), masyarakat desa dan seluruh keluarga serta undangan biasanya pejabat pemerintahan seperti Bupati Simalungun atau yang mewakilinya akan makan bersama dan menikmati hiburan musik.
Pesta Maroburobu merupakan tradisi atau pesta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan panen baik padi maupun hasil pertanian lainnya.
Salah seorang tokoh masyarakat yang juga tokoh petani di kecamatan Pematang Silimakuta, Darwis Sipayung mengungkapkan, Pesta Maroburobu merupakan kegiatan rutin masyarakat yang biasa dilaksanakan satu kali dalam satu tahun seusai panen padi atau panen hasil pertanian.
"Sebagai ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas hasil panen,seperti di desa Siboras,Pesta Maroburibu digelar dengan mengundang Bupati Simalungun atau pejabat pemerintahan," ujar Darwis.
Bupati Simalungun atau pejabat pemerintahan diundang bukan hanya sebagai tamu kehormatan,namun juga untuk menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan pertanian.
Lihat Juga :